Pengertian Sistem Manual dan Digital
Perkembangan teknologi
informasi yang sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan
profesi, hal ini menyebabkan perubahan sistem pada instansi atau perusahaan,
juga harus mengubah cara kerja mereka. Teknologi informasi banyak
digunakan untuk pengelolaan pekerjaan karena daya efektivitas dan efisiensinya
yang sudah terbukti mampu mempercepat kinerja, kecepatan kinerja pada akhirnya
akan meningkatkan keuntungan atau omset yang masuk, baik secara finansial
maupun jaringan. Penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari
mempermudah pertukaran informasi dan data antar wilayah sehingga penyebaran
pengetahuan menjadi begitu cepat. Kemajuan paling terlihat adalah pada
penggunaan teknologi informasi dalam proses pengolahan data menjadi informasi
menjadi cepat dan dilakukan secara otomatis. Tentu saja untuk menjamin kualitas
dari hasil pengolahan teknologi informasi harus dilakukan
rangkaian pengujian sebelum dipergunakan (trial and error).
Perkembangan dunia perpustakaan dilihat dari segi koleksi data
dan dokumen yang disimpan, diawali dari perpustakaan tradisional yang hanya
terdiri dari kumpulan koleksi buku tanpa katalog, kemudian muncul perpustakaan
semi modern yang menggunakan katalog (index). Perkembangan mutakhir adalah
munculnya perpustakaan digital (digital library) yang memiliki keunggulan dalam
kecepatan pengaksesan karena berorientasi ke data digital dan media jaringan
komputer (internet). Selain itu, dari segi manajemen (teknik
pengelolaan), dengan semakin kompleksnya koleksi perpustakaan, saat ini muncul
kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi untuk
otomatisasi business process di perpustakaan. Sistem yang dikembangkan kemudian
terkenal dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan (library automation system)
(Romi, 2003:1).
Penemuan dunia internet menambah kekayaan media untuk
mempercepat ketersedian dan pertukaran informasi di selunth dunia. Banyak
manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya teknologi informasi, awal mula TI
diprakarsai dengan kehadiran komputer, hampir setiap instansi maupun orang saat
ini menggunakan komputer. Hal inilah yang menjadi sebab penggunaan dan
penerapan teknologi komputer di suatu instansi menjadi ukuran
kemajuan, tidak terkecuali di perpustakaan.
Perpustakaan memberikan
layanan literatur dan bahan referensi yang diperlukan oleh para pengguna. Dalam
tata aturan perpustakaan, tujuan didirikannya perpustakaan adalah sebagai
berikut.
1. Menimbulkan rasa
cinta untuk membaca.
2. Memperluas dan
memperdalam penguasaan ilmu pengetahuan.
3. Mengembangkan
kemampuan belajar.
4. Membantu
mengembangkan kemampuan bahasa dan daya pikir.
5. Pemeliharaan bahan
pustaka secara balk.
6. Memberikan
kemudahan temu kembali informasi.
7. Menunjang kegiatan
belajar dan mengajar.
8. Tempat rujukan
untuk mencari informasi guna pembuatan karya ilmiah maupun penelitian.
Perpustakaan adalah institusi yang menyediakan koleksi bahan
pustaka tertulis, tercetak dan terekam sebagai pusat sumber informasi yang
diatur menurut sistem aturan dan didayagunakan untuk keperluan pendidikan,
penelitian serta rekreasi intelektual bagi masyarakat. Perpustakaan berperan
melakukan layanan informasi literal kepada masyarakat. Karena tujuannya memberi
layanan informasi literal kepada masyarakat maka tugas pokoknya adalah:
1. menghimpun bahan
pustaka yang meliputi buku dan nonbuku sebagai sumber informasi.
2. mengolah dan
merawat pustaka.
3. memberikan layanan
bahan pustaka.
Perpustakaan sebagai sentral pengetahuan tidak lepas dari fungsi
untuk menyediakan sarana informasi dan ilmu pengetahuan. Kita dapat melihat
ruangan perpustakaan begitu banyak koleksi-koleksi berbagai bidang ilmu yang
tertata di rak. Bahkan banyak dari koleksi ini yang berwarna kuning karena
sudah usang dimakan usia atapun sebagian isi habis dimakan rayap. Akan sangat
mengharukan apabila ilmu-ilmu yang terkandung di dalam buku-buku tersebut
hilang karena penyimpanan dan perawatan yang kurang baik, apalagi disebabkan
oleh rayap yang kelaparan.
Kebutuhan akan teknologi informasi sangat
berhubungan dengan peran perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan
penyebaran informasi ilmu pengetahuan,
tempat rujukan bagi para pencari ilmu, dan pengembangan karya-karya ilmiah.
Dengan digunakannya teknologi informasi pergeseran kebudayaan berkembang
seiring dengan meningkatnya minat untuk menulis, mencetak, mendidik dan
kebutuhan manusia akan informasi. Tugas perpustakaan dalam menyebarkan
informasi dengan jalan mengidentifikasi, mengumpulkan, mengelola dan
menyediakannya untuk pendidikan maupun masyarakat luas.
Paradigma lama tentang
perpustakaan dengan berbagai kerumitannya dalam melakukan pengelolaan pustaka,
keanggotaan serta sirkulasi koleksi kini terhapus. Semua dapat dilakukan dengan
perubahan tata cara pengelolaan perpustakaan yang memanfaatkan teknologi
informasi. Keunggulan yang dirasakan, di antaranya mengenai konsep katalog
online yang memungkinkan pencarian koleksi kapan pun dan dimana pun, otomasi
pengelolaan sirkulasi, serta penyediaan koleksi pustaka berwujud digital
merupakan sebagian ciri dari pengelolaan perpustakaan modern.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan saat ini sudah
menjadi ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari perpustakan tersebut,
bukan lagi pada besarnya gedung yang dipakai, banyaknya rak buku, ataupun
berjubelnya pengguna. Semakin canggih dan otomatis kinerja perpustakaan maka
semakin maju perpustakaan itu. Alasannya sederhana dengan teknologi informasi
maka akan lebih banyak yang dikerjakan dan dilayani.
Klasifikasi pembagian
perpustakaan sesuai penerapan teknologi yang digunakan menjadi:
1. Perpustakaan
tradisional yaitu perpustakaan yang sudah sering kita lihat dengan berbagai rak
koleksi buku serta pencatatan manual oleh petugas pustakawan,
2. Perpustakaan
terotomasi yaitu perpustakaan yang dalam pengelolaannya (pencatatan, perekapan,
dan pencetakan) sudah menggunakan teknologi komputer,
3. Perpustakaan
digital yaitu perpustakaan dengan sistem informasi manajemen menggunakan
teknologi informasi ditambah koleksi-koleksi digital baik berupa jurnal, ebook,
CD audio, maupun koleksi video.
Penerapan teknologi informasi (TI) di
perpustakaan merupakan wujud dari suatu perubahan layanan. Perubahan ini yang
mendorong perpustakaan untuk melakukan modernisasi pelayanan dan menerapkan TI
dalam aktivitas kesehariannya. Tuntutan perubahan yang semakin besar ini seakan
menjadikan “tantangan” bagi perpustakaan untuk berbenah dan selalu
inovatifuntuk dapat memberikan layanan yang terbaik melalui fasilitas TI.
Berdasarkan perubahan
yang terjadi di perpustakaan, sebenarnya perubahan ini secant hesar dapat
dibedakan menjadi dua yakni perubahan institusi dan perubahan pengguna
perpustakaan. Dalam kasus perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi,
institusi yang dimaksud adalah perpustakaan itu sendiri dan universitas sebagai
lembaga induk yang menaungi perpustakaan. Sedangkan pengguna perpustakaan yang
di maksud adalah sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi yakni dosen,
mahasiswa, peneliti dan staf/karyawan.
Perkembangan
perpustakaan banyak dipengaruhi oleh visi dan misi lembaga induknya. Sehingga
apapun yang akan diterapkan dan dikembangkan oleh perpustakaan hams disesuaikan
dengan visi dan misi organisasi atau institusi itu sendiri. Hanya terkadang apa
yang menjadi kepentingan institusi sepertinya belum berpihak” banyak kepada
kepentingan penggunanya. Perpustakaan masih belum menjadi prioritas bagi
lembaga induknya dalam hal pendanaan dan pengembangan.
Sekian banyak koleksi
perpustakaan tentu saja membutulikan pengelolaan dan pemeliharaan agar tetap
terjaga kelestarian pernanfaatannya. Pent!elolaan di sini mencakup banyak segi
dari segi, lisik seperti penataan rak buku, meja baca, katalog, ruing diskusi,
tempat penitipan tas, bagian administrasi, sampai dengan pengelolaan segi
nonlisik seperti tata cara peminjarnan, menjadi anggota, tata tertib pengguna
perpustakaan, dan sebagainya.
Koleksi di
perpustakaan memiliki jenis yang beragam sehingga perlu penataan agar
memudahkan pengguna untuk mengakses dan mendapatkannya. Koleksi perpustakaan
berupa buku, jurnal penelitian, majalah, buletin, koran, bahkan saat ini sudah
dikembangkan koleksi perpustakaan dalam bentuk Compact Disc (CD) dan studio
audio.
Perkembangan terakhir menunjukkan kecepatan pengembangan
perpustakaan telah banyak dipengaruhi oleh sentuhan teknologi. Hal ini karena
pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan fungsi peran perpustakaan sebagai
media penyebaran ilmu pengetahuan clan in formasi, selain juga dengan teknologi
mampu meningkatkan kecepatan efektivitas kerja dari pengelola atau pustakawan
itu sendiri. Salah satu hal yang sangat dirasakan manfaatnya dengan kehadiran
teknologi informasi adalah adanya “database” atau basis data menggunakan komputer
dalam perpustakaan digital (digital library baik online maupun offline). Hari
demi hari perpustakaan terus berbenah agar fungsinya sebagai penyedia gerbang
ilmu kemajuan dunia menjadi semakin berperan. Yang paling utama dari penerapan
teknolgi informasi adalah fungsi kemudahan yang diberikan untuk pustakawan dan
pengguna perpustakaan
Pustaka: Teknologi
Informasi Perpustakaan
http://christiinnnear.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-sistem-manual-dan-digital.html
No comments:
Post a Comment