Wednesday, 20 January 2016

ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (PT.SURYA AGENCY)



ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
(PT.SURYA AGENCY)
EXECUTIVE SUMMARY
PT. Surya Agency merupakan sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 2002, pada awalnya perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa sales. Tiap bulan perusahaan ini merekrut tenaga kerja sales yang kemudian disalurkan di perusahaan – perusahaan yang telah menjadi partnernya.
Perusahaan ini memiliki komitmen yang kuat terhadap pengembangan infrastruktur baik itu terkait dengan penggalangan investor, pengiriman barang, komplain konsumen, dan tata kerja dari cabang perusahaan ini. Sehingga perusahaan ini memiliki eksistensi dan loyalitas yang menakjubkan di mata investor dan konsumen. Salah satu visi dari perusahaan ini adalah Melayani dan memberikan kepuasan terhadap para inverstor dan konsumen, sehingga untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sebuah misi. Misi dari perusahaan ini adalah Teknologi informasi dan komunikasi adalah senjata ampuh untuk menarik investor asing dan memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen.
Untuk mewujudkan misi tersebut maka pada tubuh perusahaan ini terdapat struktur di bidang IT yang nantinya akan mewujudkan visi dan misi perusahaan tersebut.

LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam melakukan proses bisnisnya perusahaan ini menggunakan metode dan teknik pemasaran layaknya e-commerce.. Kepala bagian pemasaran melakukan koordinasi terhadap bawahannya dengan peralatan dan teknologi yang masih tergolong tradisional, sebagai contoh dalam pendistribusian barang. Sejatinya produk yang siap dikirim pada cabang-cabang sudah terkonsep dengan matang dan tanpa ada kekeliruan baik itu mengenai stok masing-masing cabang ataupun waktu pengiriman barang. Bisa dipastikan keterlambatan pengiriman barang dan stok barang yang diminta mengakibatkan kekecewaan cabang, terlebih konsumen dan mitra kerja. Begitupun yang terjadi pada cabang perusahaan itu sendiri, pengiriman barang terhadap konsumen tetap atau pada mitra sering terjadi kesalahan, pun dalam proses pencarian mitra baru. Pun pada laporan terhadap CEM yang selama ini tidak sama antara di cabang dan file yang diterima oleh CEM.
Dalam teknik pemasaran dalam negeri, perusahaan ini masih menggunakan layanan jasa iklan di media cetak dan elektronik yang secara pasti masih kurang, mengingat pengguna teknologi informasi dan komunikasi sudah banyak. Problem lain yang sering muncul pada perusahaan ini adalah laporan stok barang, konsumen tetap dan tidak tetap, dan kebutuhan stok barang diantara cabang-cabang.
Masalah lain yang muncul pada perusahaan ini adalah pada bagian Chief Information Marketing, padahal bagian ini merupakan roh dari perusahaan dalam mencari investor asing dan sekaligus teknik pemasaran luar negeri. Penyajian informasi yang hanya terfokus pada profile, visi, dan misi dari perushaan itu sendiri membuat para investor menjauh untuk menginvestasikan sahamnya.Pun juga pada teknik pemasaran yang jangkauannya kurang luas. Perananan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam perjalanan bisnis perusahaan ini, mengingat abad ini merupakan abad kejayaan IT – dilihat dari kebanyakan pengguna IT – sehingga sangat disayangkan jika sebuah perusahaan besar masih jauh dari sentuhan IT.

ORGANISASI
Visi dan Misi Organisasi
Visi organisasi :
Melayani dan memberikan kepuasan terhadap para investor dan konsumen
Misi perusahaan :
Teknologi informasi dan komunikasi adalah senjata ampuh untuk menarik investor asing dan memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen.
Strategi Organisasi
Dalam melakukan proses bisnisnya perusahaan ini menggunakan metode dan teknik pemasaran layaknya e-commerce.
Struktur Organisasi
Proses bisnis secara kesulurhan terbagi atas 4 kriteria, meliupti :
1. Membentuk Chief Executive Marketing Officer yang bertugas atas CEM dan CIM.
2. CEM (Chief Executive Marketing) bertugas sebagai kepala bagian pemasaran dalam negeri dan pengiriman barang kepada cabang – cabang perusahaan sekaligus manager marketing dari cabang perusahaan.
3. CIM (Chief Information Marketing) betugas sebagai kepala informasi pemasaran luar negeri sekaligus mencari investor asing.
4. Cabang dari perusahaan selanjutnya bertanggung jawab atas distribusi kepada konsumen dan patner / mitra.
Fungsi Manajemen
1.Estimasi dan efisiensi waktu.
2.Konsumen akan puas dan nyaman ketika mengakses data.
3.Stok barang terorganisir dan bisa di cek tiap saat.

CRITICAL SUKSES FAKTOR SIM
Pada prakteknya 60% perusahaan ini masih menggunakan metode yang tradisional dan sisanya adalah modern.

KOMPONEN SIM
1. Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuna ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
2. Teknologi Informasi (hardware dan software)
Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga lebih cepat, lebih luas sebarannya, lebih lama penyimpanannya.
·         Informasio Sumber Daya Manusia (brainware)
·         Sedangkan komponen dari sistem informasi adalah :
o   a. Hardware
Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
o   b. Software
Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan
tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.
Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT),
Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa
(3 GL dan 4 GL).
o   c. Data
Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut
untuk menghasilkan informasi.
o   d. Prosedur
Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi)
dan teknis.
o   e. Manusia
Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem
informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang
jelas.

ENTERPRISE ANALYSIS
Informasi Dan Tingkat Manajemen
Berdasarkan tingkatan manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasar
penggunanya, yaitu :

a. Informasi Strategis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi
eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan
dan sebagainya.

b. Informasi Taktis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi
trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana
penjualan.

c. Informasi Teknis
Digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persedian
stock, retur penjualan dan laporan kas harian.

Level Manajemen Dan Kebutuhan Informasi
Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.

Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara – cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang – kadang diluar organisasi. Aspek – aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan merekamengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas – tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap – tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI

Proses Arsitektur
Proses arsitektur atau target arsitektur merupakan proses aliran arus informasi yang terdapat dalam cabang perusahaan PT. Surya Agency.
Pada proses di atas digambarkan bahwa dalam sebuah cabang dari perusahaan ini hanya memiliki 1 buah server yang terhubung dalam jaringan LAN dengan PC Konsumen, Mitra, Manager, Sales, Operator dan Accounting (auditor). Sedangkan server terhubung dengan database karyawan dan konsumen, dimana data terseut terhubung ke internet dan bisa diakses oleh kantor pusat.
untitled

Arsitektur Informasi
Informasi arsitektur merupakan kebutuhan data yang diperlukan untuk menunjang proses bisnis. Dalam hal ini arsitektur informasi yang diperlukan dalam arus informasi di cabang perusahaan PT. Surya Agency sebagaimana gambar di bawah ini.
Pada arsitektur informasi di atas tampak bahwa konsumen, mitra bisnis, sales, operator dan accounting terhubung dalam jaringan LAN. Konsumen dan parter hanya melakukan transaksi melalui form transaksi, sedangkan sales mengecek dan mengantar barang dan sekaligus mencari peluang untuk pemasaran barang. Operator melakukan pengecekan terhadap arus informasi dan sekaligus berperan dan bertanggung jawab atas stok barang. Sementara accounting mengedit dan mengevaluasi stok barang berikut penjualan yang selanjutnya di laporkan pada pusat peruahaan.
untitled2
Sistem Arsitektur Informasi
Sistem arsitektur informasi merupakan gambaran kebutuhan data kompleks yang diperlukan dalam arsitektur informasi. Dalam hal ini informasi yang dibahas adalah alur atau hubungan data konsumen, patner, sales, produk, dan transaksi penjualan barang. Jikadigambarkan dalam bentuk DFD alan tampak seperti di bawah ini :


dfd
 






Data Arsitektur
Data Arsitektur merupakan sistem manajemen data (database) dan merupakan material dasar dalam penciptaan informasi. Data Arsitektur pada Cabang PT. Surya Agency adalah sebagai berikut :
1. Tabel Konsumen
2. Tabel Partner
3. Tabel Sales
4. Tabel Produk
5. Tabel Registrasi
6. IMPLEMENTASI



pdm
 















1. Implementasi Organisasi IT
Implementasi IT dalam kegiatan organisasi bertujuan untuk memberikan dampak yang positif dan signifikan. Pemanfaatan IT untuk mendukung kegiatan operasional suatu organisasi baik dalam skala kecil maupun besar, juga mengalami perubahan. Jika awalnya cenderung ke masalah citra organisasi, maka saat ini IT menjadi kebutuhan mendasar dalam menghadapi era global dan Good Governance.
Manajemen implementasi sim
Manfaat sistem informasi manajemen tidak sepenuhnya didapatkan, untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan yang diinginkan tentu saja top manajemen harus menjadikan sistem ini sebagai sesuatu keharusan yang memang harus dilakukan dalam melakukan aktifitas pekerjaan. Penerapan sistem informasi yang tidak konsisten akan membuat sistem ini tidak dapat memberikan informasi secara tepat aktifitas yang telah dilakukan dalam perusahaan, proses laporan pengusahaan yang tidak lengkap, proses pendokumentasian yang tidak benar dan pada giliranya adalah proses penggunaan keuangan perusahaan yang tidak terkontrol sehingga pengambilan keputusan yang tepat dan cepat tidak akan bisa dilakukan oleh para manajemen dalam perusahaan tersebut. Untuk menjaga kansistensi penerapan sistem informasi manajemen ini sangat diperlukan sekali aturan yang jelas atau standing operating prosedure yang telah dibakukan serta komitmen manajemen yang tegas dan nyata . Standing opearting prosedure akan mempermudah dalam penerapan sistem ini, semua karyawan tidak akan merasa kesesahan dalam mengakses sistem serta mempergunakannya, dengan kemudahan-kemudahan ini akan memberikan semangat dan daya tarik yang kuat bagi karyawan. Komitmen manajemen akan memberikan rambu-rambu yang jelas bagi karyawan untuk menerapkan sistem ini, tentu saja manajemen harus memberikan re-ward dan punishmen yang jelas bagi karyawan dalam penerapan sistem informasi manajemen ini.
ANALISIS
SIM belum dimanfaatkan secara optimal oleh PT.Surya Agency karena keterbatasan data dan SDM.

Kendala :
Dalam teknik pemasaran dalam negeri, perusahaan ini masih menggunakan layanan jasa iklan di media cetak dan elektronik yang secara pasti masih kurang, mengingat pengguna teknologi informasi dan komunikasi sudah banyak. Problem lain yang sering muncul pada perusahaan ini adalah laporan stok barang, konsumen tetap dan tidak tetap, dan kebutuhan stok barang diantara cabang-cabang.
Masalah lain yang muncul pada perusahaan ini adalah pada bagian Chief Information Marketing, padahal bagian ini merupakan roh dari perusahaan dalam mencari investor asing dan sekaligus teknik pemasaran luar negeri. Penyajian informasi yang hanya terfokus pada profile, visi, dan misi dari perushaan itu sendiri membuat para investor menjauh untuk menginvestasikan sahamnya. Pun juga pada teknik pemasaran yang jangkauannya kurang luas
Kebutuhan Pengembangan :
Perananan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam perjalanan bisnis perusahaan ini, mengingat abad ini merupakan abad kejayaan IT – dilihat dari kebanyakan pengguna IT – sehingga sangat disayangkan jika sebuah perusahaan besar masih jauh dari sentuhan IT.














PENUTUP
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak akan pernah berhenti dan akan terus berjalan sesuai dengan putaran waktu. Sistem yang saat ini masih baru lambat laun akan menjadi sistem lama dan akan diganti dengan sistem yang baru. Oleh karena itu sebuah sistem selayaknya memiliki opsi agar mudah di generate dari sistem lama ke sistem yang baru. Dan pada ATI yang akan dibangun pada PT. Surya Agency migrasi dan update terletak pada sistem database dan kemungkinan penambahan fitur baru pada aplikasi. Dengan demikian data lama tidak hilang dan bisa diakses walaupun sistem sudah bermigrasi ke dalam sistem yang baru.


















Daftar Pustaka

Arsitektur Sistem Informasi, http://kartikoedhi.wordpress.com/2010/01/31/arsitektur-sistem-informasi, 2010

O.B.B.A.D.I .Arsitektur Sistem Informasi [Studi Kasus Pada PT. Surya Agency ]. 2009

Afrina, Mira. Komponen Sistem Informasi, Materi Perkuliahan Mata Kuliah Konsep Sistem Informasi, 2008


Sistem Informasi Manajemen- Keamanan Informasi

Sistem Informasi Manajemen- Keamanan Informasi


Pengertian Keamanan Informasi
Keamanan Informasi atau Information Security adalah proteksi peralatan computer, fasilitas, data, dan informasi, baik computer maupun non-komputer dari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak terotorisasi/ tidak berwenang.
Tujuan Keamanan Informasi:
1.       Kerahasiaan
Perusahaan berusaha untuk melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang.
2.       Ketersediaan
Perusahaan menyediakan data dan informasi yang tersedia untuk pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakanannya.
3.       Integritas
Semua system informasi harus memberikan representasi akurat atas system fisik yang direpresentasikannya.
Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management)
                Merupakan aktivitas untuk menjaga agar sumber daya informasi tetap aman.Manajemen tidak hanya diharapkan untuk menjaga  sumber daya informasi aman, namun juga diharapkan untuk menjaga perusahaan tersebut agar tetap berfungsi setelah suatu bencana atau jebolnya sistem keamanan.
Tahapannya yaitu:
1.       Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan
2.        Mendefinisikan risiko yang dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut.
3.        Menentukan kebijakan keamanan informasi.
4.       Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut
Strategi dalam ISM:
1.       Manajemen Risiko (Risk Management)
Dibuat Untuk menggambarkan pendekatan dimana tingkat keamanan sumber daya informasi  perusahaan dibandingkan dengan risiko yang dihadapinya.
2.       Tolak Ukur
Adalah tingkat keamanan yang disarankan dalam keadaan normal harus memberikan perlindungan yang cukup terhadap gangguan yang tidak terotorisasi.

Ancaman Keamanan Informasi (Information Security Threat)
                Merupakan orang, organisasi, mekanisme, atauperistiwa yang memiliki potensi untuk membahayakansumber daya informasi perusahaan.
1.       Ancaman Internal
Ancaman internal bukan hanya mencakup karyawan perusahaan, tetapi juga pekerja temporer, konsultan, kontraktor, bahkan mitra bisnis perusahaan tersebut.
2.       Ancaman Eksternal
Misalnya perusahaan lain yang memiliki produk yang sama dengan produk perusahaan kita atau disebut juga pesaing usaha.
Jenis- Jenis Ancaman:
Malicious software, atau malware terdiri atas program-program lengkap atau segmen-segmen kode yang dapat menyerang suatu system dan melakukan fungsi-fungsi yang tidak diharapkan oleh pemilik system.
Peranti Lunak yang berbahaya (Malicious Software-Malware)
1. Virus
Adalah program komputer yang dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa dapat diamati oleh si pengguna dan menempelkan salinan dirinya pada program-program dan boot sector lain
2. Worm
Program yang tidak dapat mereplikasikan dirinya sendiri di dalam sistem, tetapi dapat menyebarkan salinannya melalui e-mail
3. Trojan Horse
Program yang tidak dapat mereplikasi atau mendistribusikan dirinya sendiri, namun disebarkan sebagai perangkat
4. Adware
Program yang memunculkan pesan-pesan yang mengganggu
5. Spyware
Program yang mengumpulkan data dari mesin pengguna
Risiko Keamanan Informasi (Information Security Risk)
Didefinisikan sebagai potensi output yang tidak Diharapkan dari pelanggaran keamanan informasi oleh Ancaman keamanan informasi. Semua risiko mewakili tindakan yang tidak terotorisasi. Risiko-risiko seperti ini dibagi menjadi empat jenis yaitu:
¡  Interuption:ancaman terhadap availability, yaitu data dan informasi yang berada dalam system computer yang dirusak dan dibuang sehingga menjadi tidak ada atau menjadi tidak berguna.
¡  Interception: merupakan ancaman terhadap secrey, yaitu orang yang tidak berhak mendapatkan akses informasi dari dalam system computer
¡  Modification: merupakan ancaman terhadap integritas, yaitu orang yang tidak berhak, tidak hanya berhasil mendapatkan akses, melainkan juga dapat melakukan pengubahan terhadap informasi.
¡  Fabrication: adanya orang yang tidak berwenang, meniru atau memalsukan suatu objek ke dalam system.
Manajemen Risiko (Management Risk)
Manajemen Risiko merupakan satu dari dua strategi untuk mencapai keamanan informasi.Risiko dapat dikelola dengan cara mengendalikan atau menghilangkan risiko atau mengurangi dampaknya.
                Tingkat keparahan dampak dapat diklasifikasikan menjadi:
1.       dampak yang parah (severe impact) yang membuat perusahaan bangkrut atau sangat membatasi kemampuan perusahaan tersebut untuk berfungsi
2.       dampak signifikan (significant impact) yang menyebabkan kerusakan dan biaya yang signifikan, tetapi perusahaan tersebut tetap selamat
3.       dampak minor (minor impact) yang menyebabkan kerusakan yang mirip dengan yang terjadi dalam operasional sehari-hari.
Tabel Tingkat Dampak dan Kelemahan

Dampak Parah
Dampak Signifikan
Dampak Minor
Kelemahan Tingkat Tinggi
Melaksanakan analisis kelemahan. Harus meningkatkan pengendalian
Melaksanakan analisis kelemahan.
Harus meningkatkan pengendalian
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan
Kelemahan Tingkat Menengah
Melaksanakan analisis kelemahan. Sebaiknya meningkatkan pengendalian.
Melaksanakan analisis kelemahan. Sebaiknya meningkatkan pengendalian.
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan
Kelemahan Tingkat Rendah
Melaksanakan analisis kelemahan.  Menjaga Pengendalian tetap ketat.
Melaksanakan analisis kelemahan.  Menjaga Pengendalian tetap ketat.
Analisis kelemahan tidak dibutuhkan
Serangan-serangan dalam Keamanan Informasi
1.       Serangan untuk mendapatkan akses
Caranya antara lain: Menebak password, terbagi menjadi 2 cara:
a.       Teknik mencoba semua kemungkinan password
b.      Mencoba dengan koleksi kata-kata yang umum dipakai. Missal: nama anak, tanggal lahir
2.       Serangan untuk melakukan modifikasi
Setelah melakukan serangan akses biasanya melakukan sesuatu pengubahan untuk mendapatkan keuntungan. Contoh:
a.       Merubah nilai
b.      Penghapusan data hutang di bank
3.       Serangan untuk menghambat penyediaan  layanan
Cara ini berusaha mencegah pihak-pihak yang memiliki pemakai sah atau pengaruh luas dan kuat untuk mengakses sebuah informasi
Missal:
a.       Mengganggu aplikasi
b.      Mengganggu system
c.       Mengganggu jaringan
Kebijakan Keamanan Informasi
                Suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan dapat menerapkan keamanan dengan pendekatan yang bertahap, diantaranya:
a.       Fase 1:
Inisiasi Proyek. Membentuk sebuah tim untuk mengawas proyek kebijakan keamanan tersebut.
b.      Fase 2:
Penyusunan Kebijakan. Berkonsultasi dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh.
c.       Fase 3:
Konsultasi dan persetujuan.Berkonsultasi dengan manajemen untuk mendapatkan pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.
d.      Fase 4:
Kesadaran dan edukasi.Melaksanakan program pelatihan kesadaran dan edukasi dalam unit-unit organisasi.
e.      Fase 5:
Penyebarluasan Kebijakan. Kebijakan ini disebarluaskan ke seluruh unit organisasi dimana kebijakan tersebut dapat diterapkan.
Kebijakan Keamanan yang Terpisah
*      Keamanan Sistem Informasi
*      Pengendalian Akses Sistem
*      Keamanan Personel
*      Keamanan Lingkungan Fisik
*      Keamanan Komunikasi data
*      Klasifikasi Informasi
*      Perencanaan Kelangsungan Usaha
*      Akuntabilitas Manajemen
                kebijakan terpisah ini diberitahukan kepada karyawan, biasanya dalam bentuk tulisan, dan melalui program pelatihan dan edukasi. Setelah kebijakan ini ditetapkan, pengendalian dapat diimplementasikan.
Pengendalian (Control)
Merupakan mekanisme yang diterapkan, baik untuk melindungi perusahaan dari risiko atau untuk meminimalkan dampak risiko tersebut pada perusahaan jika risiko tersebut terjadi.
Pengendalian terbagi menjadi tiga kategori, yakni:
                1. Pengendalian Teknis
                2. Pengendalian Formal
                3. Pengendalian Informal
Pengendalian Teknis
Adalah pengendalian yang menjadi satu di dalam system dan dibuat oleh para penyususn system selama masa siklus penyusunan system.Dilakukan melalui tiga tahap:
  1. Identifikasi Pengguna.
Memberikan informasi yang mereka ketahui seperti kata sandi dan nomor telepon.nomor telepon.
  1. Otentikasi Pengguna
Pengguna memverivikasi hak akses dengan cara memberikan sesuatu yang mereka miliki, seperti chip identifikasi atau tanda tertentu.
  1. Otorisasi Pengguna
Pengguna dapat mendapatkan wewenang untuk memasuki tingkat penggunaan tertentu.
Setelah pengguna memenuhi tiga tahap tersebut, mereka dapat menggunakan sumber daya informasi yang terdapat di dalam batasan file akses.
Sistem Deteksi Gangguan
                Logika dasar dari sistem deteksi gangguan adalah mengenali upaya pelanggaran keamanan sebelum memiliki kesempatan untuk melakukan  perusakan.
Contoh:
Peranti lunak proteksi virus (virus protection software).Peranti lunak yang didesain untuk mencegah rusaknya keamanan sebelum terjadi.
Firewall
Suatu Filter yang membatasi aliran data antara titik-titik pada suatu jaringan-biasanya antara jaringan internal perusahaan dan Internet.
Berfungsi sebagai:             
  1. Penyaring aliran data
  2. Penghalang yang membatasi aliran data ke dan dari perusahaan tersebut dan internet.
Jenis:
*      Firewall Paket
*      Firewall Tingkat Sirkuit
*      Firewall Tingkat Aplikasi
Pengendalian Kriptografis
Merupakan penggunaan kode yang menggunakan proses-proses matematika.Meningkatkan keamanan data dengan cara menyamarkan data dalam bentuk yang tidak dapat dibaca. Berfungsi untuk melindungi data dan informasi yang tersimpan dan ditransmisikan, dari pengungkapan yang tidak terotorisasi.
-          Enkripsi: merubah data asli menjadi data tersamar.
-          Deksipsi: merubah data tersamar menjadi data asli.
Kriptografi  terbagi menjadi:
1.       Kriptografi Simetris
Dalam kriptografi ini, kunci enkripsi sama dengan kunci dekripsi.
2.       Kriptografi Asimetris
Dalam kriptografi ini, kunci enkripsi tidak sama dengan kunci dekripsi.
Contoh:
Enkripsià kunci public
Dekripsià Kunci Privat
3.       Kriptografi Hybrid
Menggabungkan antara kriptografi simetris dan Asimetris, sehingga mendapatkan kelebihan dari dua metode tersebut.
Contoh:
SET (Secure Electronic Transactions) pada E-Commerce
Pengendalian Fisik
Peringatan yang pertama terhadap gangguan yang tidak terotorisasi adalah mengunci pintu ruangan computer.Perkembangan seterusnya menghasilkan kunci-kunci yang lebih canggih, yang dibuka dengan cetakan telapak tangan dan cetakan suara, serta kamera pengintai dan alat penjaga keamanan.
Pengendalian Formal
Pengendalian formal mencakup penentuan cara berperilaku,dokumentasi prosedur dan praktik yang diharapkan, dan pengawasan serta pencegahan perilaku yang berbeda dari panduan yang berlaku. Pengendalian ini bersifat formal karena manajemen menghabiskan banyak waktu untuk menyusunnya, mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, dan diharapkan untuk berlaku dalam jangka panjang.
Pengendalian Informal
                Pengendalian informal mencakup program-program pelatihan dan edukasi serta program pembangunan manajemen.Pengendalian ini ditunjukan untuk menjaga agar para karyawan perusahaan memahami serta mendukung program keamanan tersebut.
               
Pentingnya Keamanan system
Sistem Informasi diperlukan karena:
1.       Teknologi Komunikasi Modern yang membawa beragam dinamika dari dunia nyata ke dunia virtual
Contohnya adalah: dalam bentuk transaksi elektronik seperti e-banking, dan pembawa aspek positif maupun negative, misalnya: pencurian, pemalsuan, dan penggelapan menggunakan internet.
2.       Kurangnya Keterampilan Pengamanan yang dimiliki oleh Pemakai
Contoh: Pemakai kurang menguasai computer.
                                                                                                                                        
3.       Untuk menjaga objek kepemilikan dari informasi yang memiliki nilai ekonomis.
Contoh: dokumen rancangan produk baru, kartu kredit, dan laporan keuangan perusahaan
Dukungan Pemerintah Dan Industri
Beberapa organisasi pemerintah dan internasional telah menentukan standar-standar yang ditunjukan untuk menjadi panduan bagi organisasi yang ingin mendapatkan keamanan informasi.Beberapa standar ini berbentuk tolak ukur, yang telah diidentifikasisebelumnya sebagai penyedia strategi alternative untuk manajemen resiko. Beberapa pihak penentu standar menggunakan istilah baseline(dasar) dan bukannya benchmark (tolak ukur). Organisasi tidak diwajibkan mengikuti standar ini.Namun, standar ini ditunjukan untuk memberikan bantuan kepada perusahaan dalam menentukan tingkat target keamanan.
Manajemen Keberlangsungan Bisnis
                Manajemen keberlangsungan bisnis (business continuity management-BCM) adalah aktivitas yang ditujukan untuk menentukan operasional setelah terjadi gangguan sistem informasi.
                Subrencana yang umum mencakup:
ž  Rencana darurat (emergency plan):  terdiri dari cara-cara yang akan menjaga keamanan karyawan jika bencana terjadi. Co: Alarm bencana, prosedur evakuasi
ž  Rencana cadangan :  menyediakan fasilitas computer cadangan yang bisa dipergunakan apabila fasilitas computer yang biasa hancur atau rusak hingga tidak bisa digunakan.
ž  Rencana catatan penting (vital records plan) : merupakan dokumen kertas, microform, dan media penyimpanan optis dan magnetis yang penting untuk meneruskan bisnis perusahaan.