Pengertian
Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli
Landasan sistem informasi
Adapun
mengenai pengertian sistem informasi dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini
dibawah ini :
Pengertian Data
Data
adalah bahan yang akan diolah atau diproses yang bisa berupa
angka-angka,huruf-huruf, simbol-simbol yang menunjukan suatu situasi dan
lain-lain yang berdiri sendiri atau merupakan kenyataan yang menggambarkan
suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Menurut
Robert N.antony dan John Dearden , Data adalah :
‘ Bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data-item’.
dan
“ Data Merupakan kenyataan yang menggambarkansuatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.” (Jogyanto, Analisis dan desain Sistem
Informasi;8 ).
Keberadaan
suatu data sangat menunjang terhadap informasi ,karena data merupakan bahan
mentah yang diperlukan oleh pengambil keputusan . untuk lebih meeyakinkan bahwa
data tidak dapat terlepas dari dari informasi dapat dilihat dari definisi
mengenai informasi.
Pengertian sistem
Suatu
sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan ,
karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi
pemerintah , baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan
dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsure-unsur yang terkait dalam
sistem tersebut.
Ada
berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem ,seperti dibawah ini :
“Sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan ,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan
suatu sasaran yang tertentu”.(Jogiyanto,2005,1).
Masih
dalam buku ‘Analisia dan Desain sistem informasi’ karangan jogiyanto
menerangkan:
“Sistem adalah kumpulan dari
elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.(Jogiyanto,2005,2).
Pengertian informasi
Dalam
manajemen , informasi merupakan data yang telah diproses sehingga mempunyai
arti tertentu bagi penerimanya.Sumber dari informasi adalah Data, sedangkan
Data itu sendiri adalah Kenyataan yang menggambarkanm suatu kejadian, sedangkan
kejadian itu merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu .dalam
hal ini informasi dan data saling berkaitan.
Menurut
Jogiyanto dalam buku ‘Analisis dan desain sistem informasi’
adalah
:
“Informasi diartikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya” . (Jogiyanto,2005; 8).
Menurut George M.Scott dalam buku ‘prinsip-prinsip Sistem
Informasi Manajemen’ pengertian sistem informasi adalah;
‘Sistem informasi adalah sistem yang diciptakan oleh para
analisis dan manajer guna melaksanakan tugas khusus tertentu yang sangat
esensial bagi berfungsinya organisasi’. (George M.Scott,2001;4)
Sedangkan
definisi dari Robert A.leitch dan K.Roscoe davis sebagai berikut:
‘Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian , mendukung
operasi ,bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan’. (Jogiyanto,2005;11)
Pengertian Informasi selalu dikaitkan dengan data, namun
arti dari masing-masing kata dalam pengertian tersebut berbeda. Keberadaan
suatu data sangat menunjang terhadap informasi , karena data merupakan bahan
mentah yang diperlukan untuk mengambil keputusan.
Dibawah
ini dapat dilihat gambar mengenai keterkaitan data dengan informasi.
Gambar 2.1
Proses data menjadi informasi
2.1.4 Komponen sistem informasi
Komponen
– komponen yang ada dalam sistem informasi meliputi beberapa blok, yaitu :
1.
Blok masukan (input)
Blok
masukan ini mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi.
Input
disini termasuk Metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukan , yang dapat berupa dokumen - dokumen dasar.
2 . Blok
Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur,logika dan model
matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
3.
Blok keluaran (output)
Produk
dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai
sistem.
4.
Blok Teknologi
Teknologi
merupakan alat yang digunakan untuk menerima masukan,menjalankan
model,menyimpan dan mengakses data,menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3
bagian utama, yaitu Teknisi,perangkat lunak (software) dan perangkat
keras (hardware).
5.
Blok Basis Data.
Basis
data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,
tersimpan diperangkat keras computer, basis data diakses atau dimanipulasi
dengan menggunakan paket perangkat lunak yang disebut data base manajemen
sistem ( DBMS ).
6.
Blok kendali
Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang
dapat merusak sistem bisa dicegah ataupun bila terlanjur terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
2.1.5 Sistem informasi manajemen
Menurut
Barry E.Cushing, SIM adalah :
‘Suatu sistem informasi manajemen adalah Kumpulan dari
manusia dan sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab
mengumpulkan dan mengolah data untuk mengahasilkan informasi yang berguna untuk
semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian’. (Jogiyanto,2005,14).
Menurut
Frederick H.Wu SIM adalah :
‘Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan-kumpulan dari
sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung manajemen’. (Jogiyanto,2005,14).
Menurut
Gordon B.Davis dalam buku ‘Kerangka dasar SIM’, SIM adalah :
‘ Sistem Informasi Manajemen adalah Suatu serapan teknologi
baru kepada persoalan keorganisasian dalam pengolahan transaksi dan pemberian
informasi bagi kepentingan keorganisasian’. (Gordon B.Davis,1985;23).
Masih
menurut Gordon.B Davis, dalam buku ‘Analisis dan Desain informasi’ SIM’, adalah
:
‘Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang
melakukan fungsi-fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi
semua operasi organisas’i.Jjogiyanto,2005,15).
Menurut
George M.Scott, dalam buku ‘Prinsip-prinsip SIM’ adalah :
‘Sistem Informasi Manajemen adalah
serangkaian Sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara
rasional terpadu yang mampu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi
informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai
dengan gaya dan sifat manajer atas dasar criteria mutu yang telah ditetapkan’.
Jadi dari beberapa definisi tersebut,dapat dirangkum bahwa
Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari interaksi sistem-sistem
informasi yang menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan
manajemen.
2.1.6 Peranan sistem informasi bagi manajemen
Manajemen
menbutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukan
sumber informasi eksternal dan informasi internal. Informasi internal dapat
diperoleh dari sistem informasi berupa informasi yang dihasilkan dari operasi
pengolahan data elektrnik (PDE) dan informasi Non PDE.
Analisis sistem
Tahap
analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planing)
Dan
sebelum tahap perancangan.Tahap analisis sistem merupakan tahap yang kritis dan
sangat penting , karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan
ditahap berikutnya.
Analisis
sistem (system analisis) dapat didefinisikan sebagai :
“ Analisis Sistem yaitu Penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan ,
kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.
(jogiyanto,2005;129).
Juga
dapat didefinisikan juga seperti dalam buku Prinsip-prinsip SIM sebagai
berikut.
“Analisis sistem (systems analysis)
adalah kegiatan yang berorientasi pada manusia dan bersifat tidak terstuktur
,yang melibatkan perkiraan (estimates) dan negoisasi,”(George M.Scott,2001; 535).
Langkah-langkah Analisis Sistem
Didalam
tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh
analisis sistem sebagai berikut :
- Identify, yaitu mengidentifikasi
masalah.
- Understand, yaitu memahami kerja dari
sistem yang ada.
- Analyze, yaitu menganalisis sistem.
- Report, yaitu membuat laporan hasil
analisis.
Pendekatan Sistem Terhadap Analisis
dan Perancangan Sistem Informasi.
Suatu sistem informasi cukup tersatu padukan dan saling
berhubungan sehingga sistem informasi tersebut dipandang sebagai sistem
tunggal,tetapi juga cukup kompleks sehingga perlu diuraikan menjasi subsistem-subsistem
untuk perencanaan dan pengendalian pengembangan serta untuk pengendalian
operasinya.
Hakikat proyek sistem dari penerapan pengolahan informasi
berarti bahwa
Pendekatan
sistem terhadap pengendalian proyek pada umumnya tepat.
Hal
ini menunjukan penerapan paham sistem dalam pengembangan proyek sistem
informasi :
1.
Sistem informasi dirumuskan dan tanggung jawab sepenuhnya dibebankan pada
satu
Orang.
2.
Subsistem-subsistem pengolahan informasi yang penting dirumuskan.Batas-
batas
dan interface-interface diuraikan dengan jelas.
3.
Suatu penjadwalan pengembangan disiapkan.
4.
Setiap subsistem, apabila tellah siap untuk dikembangkan, diserahkan kepada
suatu
proyek.
5.
Sistem kontrol dipergunakan untuk memonitor proses pengembangannya.
Perancangan sistem
Tahapan perancangan sistem dilakukan setelah tahapan
analisis sistem dilakukan, maka analisis sistem telah mendapat gambaran dengan
jelas apa yang harus dikerjakan. Dan bagi analisis untuk memikirkan bagaimana
membentuk suatu sistem tersebut.
Definisi
perancangan sistem menurut para ahli :
“Perancangan sistem adalah Menentukan bagaimana mencapai
sasaran yang ditetapkan yang melibatkan pembentukan (configuring) perangkat
lunak dan komponen perangkat keras sistem dimana setelah pemasangan sistem akan
memenuhi spesifikasi yang dibuat pada akhir fase analisis sistem.”. (Prinsip-prinsip sistem informasi
manajemen : George M.Scott,2001.534).
Tujuan perancangan sistem
- untuk
memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
- untuk
memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada
pemograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
- membentuk
sistem agar dapat diterima dengan baik oleh pengguna sistem maupun
operator
Kondisi Masalah yang dihadapi Objek
Penelitian
Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang berfungsi
sebagai Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) pendidikan jalur sekolah, dimana sekolah
tersebut terbagi atas dua bagian yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta,
pengelola dari sekolah negeri adalah pihak pemerintah dan sedangkan sekolah
swasta dikelola oleh sebuah yayasan.Pada dasarnya sekolah negeri maupun sekolah
swasta mempunyai misi yang sama yaitu untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Jadi
bersekolah di sekolah negeri ataupun swasta bukanlah suatu masalah, yang
menjadi masalah adalah kualitas dari sekolah itu sendiri.Tidak sedikit sekolah
negeri yang tertinggal dari sekolah swasta padahal sekolah negeri merupakan
sekolah yang dikelola pemerintah, dan sebaliknya banyak sekolah swasta yang
menjadi unggulan khususnya diBandung,akibatnya untuk sekarang ini sekolah
negeri menjadi pilihan kedua bagi peserta didik setelah mereka mencoba masuk
kesekolah swasta.
Pengertian proses penerimaan siswa baru
Proses merupakan runtunan perubahan
peristiwa atau lain-lain dalam perkembangan sesuatu atau Kegiatan yang
melakukan pengolahan suatu data menjadi informasi.
(kamus
bahasa Indonesia terbaru,Desi Anwar,2003;331)
Penerimaan merupakan penyambutan ,proses, perbuatan atau sikap
5terhadap seseorang.
Siswa
merupakan pelajar pada akademi atau perguruan tinggi.
Baru
merupakan suatu hal belum ada sebelumnya.
Dilihat
dari pengertian kata-kaata diatas dapat disimpulkan bahwa arti dari penerimaan
siswa baru adalah suatu proses masuknya data siswa baru seorang pelajar yang
akan masuk sekolah atau daftar kesekolah dengan tujuan untuk menjadi salah satu
bagian dari sekolah tersebut.
Dalam
proses penerimaan siswa baru ada beberapa persiapan yang dilaksanakan pihak
sekolah seperti ; mengadakan rapat koordinasi antara pelaksana kegiatan sekolah
(PKS) dan Pembina ekstrakulikuler, pengumpulan surat-surat edaran yang
berkenaan dengan penerimaan siswa baru,penyusunan panitia,penyusunan program
kerja ,dan pelaksanaan kegiatan.
A.
Landasan Hukum
1. Undang
– undang Nomor 2 tahun 1998 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan
Pemerintah Nomor : 28 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
3. Surat
Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, tentang Pedoman,
Penyelenggaraan Penerimaan Siswa Baru ( PSB ) Tahun Pelajaran 2007-2008 No.
421.1/ - Disdik/2004 tanggal Juli 2007
4. Program
kerja sekolah tahun 2007 - 2008
5. SK.
Kepala SMA BPPI Baleendah No. 895.7/192/ SMA BPPI/K’ 2007
tanggal,
12 Juli 2007
Landasan Tools Development (pengembangan
alat)
Analisis Aliran Dokumen
Flow Map merupakan bagan yang
menerangkan bagaimana data dokumen mengalir dari satu bagian kebagian lain,
setelah melalui suatu proses pengolahan data.
Diagram Arus Data (DFD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang
ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik,dimana data tersebut mengalir,atau lingkungan
fisik dimana data tersebut disimpan.
DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi
pengembangan sistem yang terstruktur (Struktured Analisysis and Design),
dimana dalam DFD tersebut kita dapat mengetahui alur data dan data yang
digunakan pada sistem yang sedang berjalan maupun pada sistem yang berjalan,
selain itu kita dapat mengetahui dimana dan dari mana sebuah data atau dokumen
akan diproses.
Kamus Data
Kamus data atau data dictionary adalah
katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem
informasi.Kamus data ini dibuat pada tahap analisis sistem dan dipergunakan
baik pada tahap perancangan sistem.Dalam tahap analisis, kamus data digunakan
sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang
data yang mengalir sistem,yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang
informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem.
Konsep pelayanan
Pengertian pelayanan dan tujuan pelayanan
Pelayanan memegang peranan penting dalam melakukan berbagai
usaha jasa sama halnya dengan pelayanan jasa .Karena pelayanan merupakan kunci
keberhasilan dalam suatu unit usaha, terutama juga dalam lingkungan sekolah
diantaranya pada saat penerimaan siswa baru yang pelayanannya berorientasikan
terhadap kepuasan siswa-siswinya.Maka pihak sekolah harus berusaha untuk
meningkatkan mutu pelayannanya agar para calon siswa merasa puas dan nyaman
terhadap pelayanan yang diberikan sekolah.
Menurut
Drs.H.A.S moenir (2000:17) deefinisi pelayanan itu yaitu:
“Pelayanan adalah proses pemenuhan
kebutuhan melalui aktivitas orang lain”
Jasa
didefinisikan oleh Philip kotler (1984:122) adalah :
“jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan
oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud serta tidak
menghasilkan kepemilikan sesuatu.proses produksinya mungki dan mungkin juga
tidak dikaitkan dengan produk fisik.
Pelayanan
jasa didefinisikan juga oleh Philip Kotler sebagai berikut:
“pelayanan jasa adalah memberikan sesuatu kepada konsumen
berupa kegiatan dan manfaat.
Pelayanan
jasa dapat dikatakan suskses apabila konsumen yang menerima jasa tersebut dapat
merasakan manfaat dengan puas atas pelayanan yang telah diberikan.
Konsep seleksi
Pengertian Seleksi dan Tujuan Seleksi
Menurut
Alex S Nitiseminto Seleksi adalah :
“Seleksi adalah kegiatan suatu perusahaan untuk memilih
karyawan yang paling tepat dalam jumlah yang tepat pula dari calon-salon yang
ditariknya”.
Sedangkan
menurut William B Wetler dan Kaith Davis seleksi adalah :
“Penyeleksian adalah tahap rangkaian spesifikasi yang
digunakan untuk penarik calon tenaga kerja”.
Ada
pendapat yang mendefinisikan pengertian seleksi ,yaitu :
“ Seleksi adalah pilihan,pemilihan
atau saringan”.(Kamus
lengkap bahasa Indonesia terbaru : 418).
Dari ketiga definisi diatas pada dasranya menekankan bahwa
calon-calon karyawan yang memenuhi syarat saja yang dapat menjadi tenaga kerja
pada suatu perusahaan berdasarkan kebutuhannya,dan proses penentuan tersebut
berlangsung pada penyeleksian masing-masing perusahan-perusahaan atau
instansi.jadi, seleksi mempunyai peranan penting dalam rangka mendapatkan
tenaga kerja yang memiliki kemampuan yang baik.seleksi juga memiliki tujuan
untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas serta sesuai dengan jabatan
yang akan didudukinya. Pendapat tersebut didasarkan oleh persyaratan bahwa jika
seseorang ditempatkan pada tempat yang sesuai dengan kemamapuan dan
keahliannya, maka dia akan merasa senanag dan nyaman pada jabatan yang
didudukinya. Apabila perusahaan tidak menempatkannya pada jabatan yang tidak
sesuai dengan kemampuan serta keahliannya maka hal ini akan menimbulkan
kerugian pada perusahaan karena menghambat kelancaran kerja perusahaan.
Prosedur Seleksi
Menurut
Edwin B.Flippo ada delapan aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan
seleksi,yaitu :
- In
Natural Premary Interview (Wawancara pendahuluan)
Dari waawancara awal seorang penyeleksi dapat melihat
sifat,cara berfikir, cara berbicara serta penampilan yang dibutuhkan untuk
menduduki suatu jabatan tertentu. Apabila tahap ini dapat dlalui maka dapat
melanjutkan ketahap berikutnya.
- Application
Blank or Blank
( Pengisian blangko )
Data yang terdapat dalam blangko isian merupakan informasi
perusahaan mengenai tenaga kerja, data ini bisa dimanfaatkan untuk
mengembangkan pribadi masing-masing karyawan, dengan data tersebut perusahaan
dapat mengetahui latar belakang calon tenaga kerja.
c. Chek Of REfernces ( Pemeriksaan referensis )
Rekomendasi yang merupakan referensi calon tenaga kerja
harus diperikasa kembali kebenarannya, sehingga data yang diperoleh perusahaan
dapat dipertanggung jawabkan. Ada tiga tipe referensi yang dipergunakan dalam
prosedur dalam penarikan tenaga kerja :
- Karakter
- Pekerjaan
- Pendidikan
atau sekolah
Dari ketiga referensi ini dapat menunjang keberhasilan
penyeleksian.
- Phisicological
Test
( tes psikologi )
Tujuan utama tes psikologi adalah untuk merencanakan sikap
dan kemampuan fisik calon pegawai dimasa depan.
- Employment
Interview
( Wawancara )
Bentuk wawancara dimana calon tenaga kerja dinilai pada saat
wawancara.Dengan cara ini dapat diperbandingkan sekaligus kemamupan para calon
tenaga kerja.
- Appororal
By The Supervisor
( persetujuan oleh supervisor )
Persetujuan atasan secara langsung merupakan penyesuaian
dengan “ The Principle Of Line And Staff Relationship” Dimana
persetujuan penerimaan calon tenaga kerja pada dasarnya dipengaruhi oleh
persetujuan atasan.
- Phyical
Examination
( pemeriksaan kesehatan fisik )
Pemeriksaan kesehatan sangat berpengaruh pada penerimaan
atau penolakan calon tenaga kerja, meskipun calon tenaga kerjja telah
dinyatakan lulus segala jenis tes, tapi bila ia gagal dalam tes kesehatan, maka
calon tenaga kerja tidak akan diterima dalam perusahaan yang bersangkutan.
- Introduction
Or Orientation
( perkenalan )
Setelah lulus dari seluruh tahapan seleksi, dan calon tenaga
kerja dinyatakan diterima pada perusahaan bersangkutan , berarti ia dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia bekerja, untuk itu perusahaan
melakukan intruksi sebagai perkenalan lingkungan.
Dalam
penyeleksian terdapat metode-metode yang diperlukan untuk menyeleksi
calom-calon tenaga kerja, hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil seleksi
yang tepat dan sesuai yang diharapkan.
Metode-metode tersebut adalah :
a. Surat
lamaran, surat keterangan dan formulir.
Surat lamaran harus ditulis dengan tulisan tangan didalamnya
tercantum data calon tenaga kerja untuk melengkapi surat lamaran dilampirkan
dengan surat keterangan seperti : Ijazah, Sertifikat, dan berbagai surat
keterangan lainnya yang diperlukan.
b. Penelitian.
Umunya dilakukan terhadap data rekomendasi dari karyawan
yang pernah bekerja sebelumnya pada perusahaan lain yang sejenis dengan hasil
penelitian tersebut maka perusahaan akan lebih yakin tentang data yang
diperolehnya, sehingga dengan demikian alas am untuk mengadakan seleksi akan
lebih tepat.
c. Test
keterampilan dan pengetahuan.
Tes prakatek siperlukan untuk membuktikan atas data yang
dimliki oleh calon tenaga kerja.Tes ini bersifat khusus Karena hasilnya
menentukan kebenaran data yang ada pada umumnya ,test praktek dilakukan untuk
mengetahui tingkat keterampilan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.
Test pengetahuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
wawasan yang dimliki calon tenaga kerja.
d. Test
kesehatan.
e. Test
pysicologi
f. Wawancara
Hambatan-hambatan seleksi
Setiap
pelaksanaan seleksi akan ditemukan beberapa hambatan salah satunya adalah biaya
. yaitu untuk membiayai seluruh kepentingan pelaksanaan seleksi seperti
pengetesan,praktek dan hal lainnya.tidak hanya biaya yang diperlukan tetapi
juga waktu yang disediakan oleh perusahaan yang bersangkutan,karena perusahaan
juga tidak mau menyediakan waktu secara berlebihan kepada calon tenaga kerja
karena akan mengakibatkan terhambatnya proses kerja karyawan yang lain.
Hambatan
yang lainnya dapat timbul dari manajernya itu sendiri baik dari calon tenaga
kerja maupun dari penguji .
Hambatan-hambatan
diatas dapat menimbulkan beberapa keburukan diantaranya:
- Dapat
merugikan perusahaan yang telah mengeluarkan biaya bagi penyelenggara
seleksi tersebut
- Merusak
citra perusahaan dan menurunkan kualitas produk yang dihasilkan
perusahaan,karena tenaga kerja yang tidak berkualitas
sumber : http://fizzulhaq.blogspot.co.id/2009/11/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html