Sunday, 8 November 2015
DSS(Decision Support System)
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Latar Belakang Kami menulis Makalah
ini, karena Kami tertarik dengan metode DSS yang digunakan oleh Perusahaan
dalam Pengambilan Keputusan. Karena menurut kami DSS sangat bermanfaat bagi
perusahaan dan memudahkan pengembangan bisnis PT.Telkom.
B. Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini membahas tentang Telkom E-service dan Penerimaan Peserta Co-op pada PT.TELKOM dengan menggunakan DSS(Decision Support System), adapun tujuan dari Makalah ini yaitu:
B. Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini membahas tentang Telkom E-service dan Penerimaan Peserta Co-op pada PT.TELKOM dengan menggunakan DSS(Decision Support System), adapun tujuan dari Makalah ini yaitu:
- Mendefinisikan DSS (Decision Support System)
- Mendefinisikan Jenis DSS
- Mendefinisikan Tujuan DSS
- Mendefinisikan Alasan Perusahaan Menggunakan DSS dalam skala Besar
- Mendefinisikan Manfaat DSS bagi Perusahaan
- Mendefinisikan Sejarah DSS (Decision Support System)
- Mendefinisikan Faktor Pendukung DSS
- Mendefinisikan Pembuat Keputusan
- Pengembangan DSS
- Contoh Penggunaan DSS pada PT.TELKOM
- Simpulan dari Makalah
C. Metode Pengumpulan Data
Makalah ini dapat tersusun dengan cara mengumpulkan data-data atau Informasi-informasi baru (update) pada internet dan Buku Pengetahuan Komputer & TI 2B.
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI DSS
DSS (Decision Support System) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer
(termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan) yang dipakai
untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Hal yang perlu ditekankan disini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk
menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tool)
bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambil
keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research
dan management science. DSS dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah
semi-terstruktur yang spesifik. DSS merupakan problem solveryang dilengkapi
dengan kemampuan untuk menghasilkan laporan-laporanyang periodik dan output
dari model matematika. Model matematika dan kecerdasan buatan memungkinkan
suatu sistem dapat mengambil keputusannya menentukan alternatif-alternatif
solusi (bisa dalam presentasi).
DSS digunakan manajer untuk memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur.
DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka
DSS digunakan manajer untuk memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur.
DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka
B. JENIS DSS
Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS diakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :
- Retrive information element (mengambil elemen informasi)
- Analyze enteries fles (menganalisis semua file)
- Prepare report form multiple files(menyiapkan laporan standart dari beberapa files)
- Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
- Propose decision (mengusulkan keputusan)
- Make decisions (membuat keputusan)
DSS tersusun atas komponen sebagai
berikut:
1. Database yaitu kumpulan data yang tersusun secara terstruktur dan dalam format elektronik yang mudah diolah oleh program komputer. Data yang digunakana adalah data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
2. Model Base : merupakan kumpulan pengetahuan yang sudah diterjemahkan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer. termasuk di dalamnya tujuan daripermasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait,batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya.
3. Software System : merupakan program utama dalam suatu DSS yang mengendalikan keseluruhan sistem.
4. Antar muka (user interface) : adalah tampilan program komputer.
1. Database yaitu kumpulan data yang tersusun secara terstruktur dan dalam format elektronik yang mudah diolah oleh program komputer. Data yang digunakana adalah data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
2. Model Base : merupakan kumpulan pengetahuan yang sudah diterjemahkan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer. termasuk di dalamnya tujuan daripermasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait,batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya.
3. Software System : merupakan program utama dalam suatu DSS yang mengendalikan keseluruhan sistem.
4. Antar muka (user interface) : adalah tampilan program komputer.
C. TUJUAN DSS
Dalam DSS terdapat tiga tujuan yang harus dicapai yaitu :
Dalam DSS terdapat tiga tujuan yang harus dicapai yaitu :
- Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
- Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut.
- Meningkatkan efektivitas manajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efesiensi.
Tujuan ini berkaitan dengan tiga
prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan
efektivitas keputusan.
D. MANFAAT DSS BAGI PERUSAHAAN
D. MANFAAT DSS BAGI PERUSAHAAN
- Meningkatkan efisiensi pribadi
- Mempercepat pemecahan masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi)
- Memfasilitasi komunikasi antarpribadi
- Mempromosikan pembelajaran atau pelatihan
- Meningkatkan pengendalian organisasi
- Menghasilkan bukti baru untuk mendukung keputusan
- Menciptakan keunggulan kompetitif melalui kompetisi
- Mendorong eksplorasi dan penemuan pada bagian dari pengambilan keputusan
- Mengungkapkan pendekatan baru untuk berpikir tentang masalah ruang
- · Kebutuhan akan informasi yang akurat.
- · DSS dipandang sebagai pemenang secara organisasi.
- · Kebutuhan akan informasi baru.
- · Manajemen diamanahi DSS.
- · Penyediaan informasi yang tepat waktu.
- · Pencapaian pengurangan biaya.
10. Membantu mengotomasikan
proses manajerial.
11. Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.
12. Mengurangi kebutuhan akan training.
13. Meningkatkan kontrol manajemen.
14. Memfasilitasi komunikasi.
15. Mengurangi usaha yang harus dikerjakan user.
16. Mengurangi biaya.
17. Memberikan banyak pilihan tujuan pengambilan keputusan.
F. SEJARAH DSS (Decision Support System)
Pengembangan DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Time sharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya professor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony menggunakan istilah Strategic Planning, Managemen control dan operational control (perencanaan startegis, control manajemen)
11. Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.
12. Mengurangi kebutuhan akan training.
13. Meningkatkan kontrol manajemen.
14. Memfasilitasi komunikasi.
15. Mengurangi usaha yang harus dikerjakan user.
16. Mengurangi biaya.
17. Memberikan banyak pilihan tujuan pengambilan keputusan.
F. SEJARAH DSS (Decision Support System)
Pengembangan DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Time sharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya professor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony menggunakan istilah Strategic Planning, Managemen control dan operational control (perencanaan startegis, control manajemen)
FAKTOR PENDUKUNG DSS :
a. Sistem yang fleksibel dengan informasi yang interaktif.
b. Mudah digunakan (user friendly).
c. Memunginkan pembuatan simulasi,proses memungkinkan pembuatan simulasi, proses trial-end-error, memperhitungkan akibat dari suatu keputusan.
- H. PEMBUATAN KEPUTUSAN
Dalam pembuatan keputusan ada dua
orang yang mengartikan artian pembuatan keputusan yaitu Simon dan Mintzberg.
- 1. Keputusan menurut Simon
Dalam bukunya terbitan tahun 1977,
Simon menguraikan istilah keputusan menjadi keputusan terprogram dan keputusan
tak terprogram.
- Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. Pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah ditetapkan untuk menanganinya sehingga ia di anggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi.
- Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tidak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram atau tak terprogram sangatlah penting, karena masing-masing memerlukan teknik yang berbeda.
Kontribusi Simon yang lain ialah
penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam
menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :
- Aktivitas intelegasi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan.
- Aktivitas Design, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
- Aktivitas Pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
- Aktivitas Peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan
- 2. Keputusan Menurut Mintzberg
Mintzberg terkenal dengan teorinya
mengenai peranan manajerial, teori ini mengemukakan sepuluh peranan manajerial
yang terbagi dalam tiga kategori yaitu interpersonal, informasional,
desisional.
Peranan informasional mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.
Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :
Peranan informasional mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.
Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :
- Pengusaha,ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanat diabadikan sebagai organisasi.
- Orang yang menangani gangguan, ketika manajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
- Pengalokasikan sumber, dengan peranan sebagai pengalokasian sumber (resorce allocator),manajer diharapkan mampu menentukkan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan.
- Nagasiator, dalam peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mnegatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat kerja.
Secara garis besar DSS dibangun
oleh tiga komponen besar yaitu:
1. Database
2. Model Base
3. Software System
Database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data dasar. Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan. Model Base atau suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika). Software system setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer . melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jamlembur karyawan, dan lain sebagainya
1. Database
2. Model Base
3. Software System
Database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data dasar. Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan. Model Base atau suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika). Software system setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer . melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jamlembur karyawan, dan lain sebagainya
- I. CONTOH PENGEMBANGAN DSS PADA PT.TELKOM
J.1 PENGGUNAAN DSS PADA TELKOM
E-SERVICE DI DALAM PT.TELKOM
Di dalam era persaingan yang ketat, rencana dalam jangka menengah dan panjang tidak lagi menarik karena tuntutan supply dan demand selalu bergeser dalam periode yang cepat. Decision Support System (DSS) sebagai metode pengambilan keputusan yang taktis untuk pengembangan fasilitas telekomunikasi diperlukan karena perubahan kriteria dan asumsi pendukung yang juga berubah dengan sangat cepat. Di dalam hal ini PT TELKOM membuat suatu aplikasi yang dapat dipergunakan untuk mempermudah PT. Telkom dalam pengambilan keputusan yang cepat dan akurat yang diambil berdasarkan data dan fakta yang berada di lapangan. Aplikasi yang menggunakan Telkom e-service akan membantu pengambilan keputusan karena hasilnya yang bersifat matematis. Sebagai kesimpulan, aplikasi ini akan dapat membantu evaluasi pemilihan pengembangan suatu jaringan akses yang tepat yang akan dikembangkan PT. Telkom, karena Telkom e-service berfungsi juga agar hubungan antara PT.Telkom dan customer terjalin. Dengan adanya Telkom e-service PT.Telkom dapat mengetahui saran-saran yang diberikan oleh customer untuk mengembangkan bisnisnya, apa saja yang harus dilakukan oleh system management PT.Telkom itu sendiri. Terutama saran tentang Telkom Speedy apakah itu melalui saluran wireless (Flexi) ataukah wireline (Direct Line Cable) . Dengan adanya DSS akhirnya PT.Telkom dapat cepat menanggapi keluhan-keluhan pelanggan dan pengambilan perusahaan pun akan lebih efektif dan efisien.
Sehingga dengan menggunakan DSS memberikan keuntungan bagi 2 pihak, baik dari segi PT.Telkom maupun dari segi customer. DSS memberikan keuntungan dari segi customer, karena dengan menggunakan DSS konsumen dapat menyampaikan keluhan-keluhan kepada PT.Telkom secara langsung. Sedangkan dari segi PT. Telkom DSS memberikan keuntungan yaitu, membuat konsumen lebih dengan PT.Telkom (RCM). Dan saran-saran serta keluhan yang diberikan oleh konsumendapat langsung ditanggapi secara tepat. Sehingga PT.Telkom dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada pada PT.Telkom.
J.2 SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK PENERIMAAN PESERTA CO-OP DI PT. TELKOM GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM FOR ACCEPTATION OF CO-OP PARTICIPANT IN PT. TELKOM
Dalam pelaksanaan program Co-operative Education (Co-op) di PT. Telkom, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Salah satunya adalah tahap seleksi, dimana seleksi ini dapat dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap perguruan tinggi oleh tim dari perguruan tinggi (tahap-I), yang disusul dengan tahap final oleh tim gabungan perguruan tinggi dan perusahaan (tahap-II).
Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat suatu prototype perangkat lunak Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) kelompok yang berfungsi sebagai alat bantu bagi pengelola Co-op di PT. Telkom dalam mendukung pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan menggunakan metode Accord dan MAUT , dimana dari hasil evaluasi metode Accord dapat ditentukan tingkat konsensus urutan/peringkat peserta Co-op.
Hasil pengujian prototype perangkat lunak SPPK kelompok ini dilakukan dengan membandingkan hasil evaluasi SPPK kelompok dengan data sampel seleksi tes wawancara umum penerimaan peserta Co-op di PT. Telkom tahun 2004. Jumlah prosentase calon peserta diterima menjadi peserta Co-op untuk rayon Bandung pada data sampel adalah 71,25 %, sedangkan pada SPPK kelompok adalah 67,5 % dari 80 calon peserta Co-op yang dievaluasi. Dan untuk rayon Jakarta pada data sampel adalah 30,77 %, sedangkan pada SPPK kelompok adalah 35,9 % dari 39 calon peserta Co-op yang dievaluasi.
Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan menggunakan teknologi web yang berbasis bahasa pemrograman PHP, dengan data server Oracle 8 Enterprise dan web server apache.
Perancangan Tools Decision Support System untuk pemilihan Alternatif Pengembangan Suatu Jaringan Akses (studi Kasus PT. Telkom Kandatel Yogyakarta)
Di dalam era persaingan yang ketat, rencana dalam jangka menengah dan panjang tidak lagi menarik karena tuntutan supply dan demand selalu bergeser dalam periode yang cepat. Decision Support System (DSS) sebagai metode pengambilan keputusan yang taktis untuk pengembangan fasilitas telekomunikasi diperlukan karena perubahan kriteria dan asumsi pendukung yang juga berubah dengan sangat cepat. Di dalam hal ini PT TELKOM membuat suatu aplikasi yang dapat dipergunakan untuk mempermudah PT. Telkom dalam pengambilan keputusan yang cepat dan akurat yang diambil berdasarkan data dan fakta yang berada di lapangan. Aplikasi yang menggunakan Telkom e-service akan membantu pengambilan keputusan karena hasilnya yang bersifat matematis. Sebagai kesimpulan, aplikasi ini akan dapat membantu evaluasi pemilihan pengembangan suatu jaringan akses yang tepat yang akan dikembangkan PT. Telkom, karena Telkom e-service berfungsi juga agar hubungan antara PT.Telkom dan customer terjalin. Dengan adanya Telkom e-service PT.Telkom dapat mengetahui saran-saran yang diberikan oleh customer untuk mengembangkan bisnisnya, apa saja yang harus dilakukan oleh system management PT.Telkom itu sendiri. Terutama saran tentang Telkom Speedy apakah itu melalui saluran wireless (Flexi) ataukah wireline (Direct Line Cable) . Dengan adanya DSS akhirnya PT.Telkom dapat cepat menanggapi keluhan-keluhan pelanggan dan pengambilan perusahaan pun akan lebih efektif dan efisien.
Sehingga dengan menggunakan DSS memberikan keuntungan bagi 2 pihak, baik dari segi PT.Telkom maupun dari segi customer. DSS memberikan keuntungan dari segi customer, karena dengan menggunakan DSS konsumen dapat menyampaikan keluhan-keluhan kepada PT.Telkom secara langsung. Sedangkan dari segi PT. Telkom DSS memberikan keuntungan yaitu, membuat konsumen lebih dengan PT.Telkom (RCM). Dan saran-saran serta keluhan yang diberikan oleh konsumendapat langsung ditanggapi secara tepat. Sehingga PT.Telkom dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada pada PT.Telkom.
J.2 SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK PENERIMAAN PESERTA CO-OP DI PT. TELKOM GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM FOR ACCEPTATION OF CO-OP PARTICIPANT IN PT. TELKOM
Dalam pelaksanaan program Co-operative Education (Co-op) di PT. Telkom, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Salah satunya adalah tahap seleksi, dimana seleksi ini dapat dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap perguruan tinggi oleh tim dari perguruan tinggi (tahap-I), yang disusul dengan tahap final oleh tim gabungan perguruan tinggi dan perusahaan (tahap-II).
Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat suatu prototype perangkat lunak Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) kelompok yang berfungsi sebagai alat bantu bagi pengelola Co-op di PT. Telkom dalam mendukung pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan menggunakan metode Accord dan MAUT , dimana dari hasil evaluasi metode Accord dapat ditentukan tingkat konsensus urutan/peringkat peserta Co-op.
Hasil pengujian prototype perangkat lunak SPPK kelompok ini dilakukan dengan membandingkan hasil evaluasi SPPK kelompok dengan data sampel seleksi tes wawancara umum penerimaan peserta Co-op di PT. Telkom tahun 2004. Jumlah prosentase calon peserta diterima menjadi peserta Co-op untuk rayon Bandung pada data sampel adalah 71,25 %, sedangkan pada SPPK kelompok adalah 67,5 % dari 80 calon peserta Co-op yang dievaluasi. Dan untuk rayon Jakarta pada data sampel adalah 30,77 %, sedangkan pada SPPK kelompok adalah 35,9 % dari 39 calon peserta Co-op yang dievaluasi.
Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan menggunakan teknologi web yang berbasis bahasa pemrograman PHP, dengan data server Oracle 8 Enterprise dan web server apache.
Perancangan Tools Decision Support System untuk pemilihan Alternatif Pengembangan Suatu Jaringan Akses (studi Kasus PT. Telkom Kandatel Yogyakarta)
BAB
III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Kesimpulan dari kelompok kami, yaitu
DSS sangat bermanfaat bagi PT. Telkom karena DSS dapat mempermudah PT.Telkom
untuk mengetahui keluhan-keluhan apa saja yang dirasakan oleh konsumen itu
sendiri, dan PT.Telkom juga dapat dengan cepat menanggapi keluhan tersebut.
Selain itu, DSS juga bermanfaat untuk penerimaan peserta co-op PT.Telkom karena
dengan adanya DSS system penerimaan dapat berjalan dengan cepat dan dibantu
oleh Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan menggunakan teknologi web
yang berbasis bahasa pemrograman PHP, dengan data server Oracle 8 Enterprise
dan web server apache.
DAFTAR PUSTAKA
2. Russel, J. S. and Jaselskis, E.J., “Quantitative Study of Contractor Evaluation Programs and Their
Impact”, Journal of Construction Engineering and Management, 118, No.3, 1992.
3. Russell, J.S., and Jaselkis, E.J., “Predicting Construction Contractor Failure Prior to Contract Award”, Journal of Construction Engineering and Management, 118, No. 4, 1992.
4. Turban, E., Decision Support System and Expert System Management Support Systems, Prentice- Hall International, inc, 1995.
5. Russell, J. S. and Skibniewski, M. J., “Decision Criteria in Contractor Prequalification”, Journal of Management in Engineering, 4, No. 2, 1998.
6. Holt, G.D., Olomolaiye, P., and Harris, F.C., “Evaluating Prequalification Criteria in Contractor Selection”, Building and Environment, Vol. 29 No. 4, 1994.
7. Holt, G.D., Olomolaiye, P., and Harris, F.C., “Factors Influencing U.K. Construction Clients’ Choice of Contractor”, Building and Environment, Vol. 29 No. 2, 1995.
8. Chan, D.W.M., Kumaraswamy, M.M., “An Evaluation of Construction Time Performance in the Building Industry”, Building and Environment, Vol. 31 No. 6, 1996.
Wednesday, 21 October 2015
Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam Bisnis Jasa Penerbangan “Air Asia”
Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam Bisnis Jasa
Penerbangan
“Air Asia”
Disusun Oleh : Widhi Winanda
\
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI BANK BPD JATENG
2015
KATA PENGANTAR
Assalammua’laikum,Wr.Wb
Dengan mengucapkan puji dan syukur
atas kehadirat Allah SWT, karena dengan berkah, rahmat, karunia serta
hidayah-Nya lah saya dapat menyalesaikan makalah dengan judul Sistem Informasi
Manajemen Mengenai E-ticketting pada Transportasi. Makalah ini disusun dengan
tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
yang diampu oleh Ibu. Untuk itu saya selaku penyusun sangat
berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini. Terutama kepada Ibu selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi
Manajemen yang telah memberikan bimbingannya sehingga makalah ini dapat saya
selesaikan tepat pada waktunya. Selaku penyusun saya sangat mengetahui bahwa
makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan
saran yang membangun agar saya dapat menyusunnya kembali lebih baik dari
sebelumnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi
saya selaku penyusun
PENYUSUN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Sistem
adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas
bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Sistem informasi adalah
kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber
data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat
menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam
suatu organisasi. Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi
antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware),
perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi
(jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data). Seiring dengan
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi memberikan
peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga seringkali orang
menggunakan keunggulan sistem informasi yang ia gunakan sebagai kunci strategi
bisnis.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam
tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat
penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan
bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang
mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil
keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu,
sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak
informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain
sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus
diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus
disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini
dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat
pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
Pada era persaingan global
dan kompetisi yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu melakukan
inovasi untuk bertahan, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi tepat
guna. Sistem informasi merupakan salah satu alat yang sering digunakan oleh perusahaan
untuk mewujudkan tujuan perusahan demi mencapai efektifitas dan efesiensi
perusahaan. Berbagai kecanggihan teknologi masuk dengan mudahnya ke dalam dunia
masyarakat kita. Salah satunya yaitu penggunaan internet. Internet
perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat
dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking
online (online booking). Dewasa ini, memesan tiket dapat dilakukan melalui
computer yang tersambung dengan internet karena pembelian secara online ini
dirasa sangat membantu mobilitas masyarakat. Penerapan e-ticketing juga
dilakukan oleh perusahaan transportasi, khususnya transportasi udara yaitu
maskapai penerbangan Air Asia. Tingginya minat dan permintaan masyarakat
terhadap jasa transportasi udara mengakibatkan pihak Air Asia menyediakan
layanan yang semaksimal mungkin salah satunya adalah ketersediaan E-ticketing.
Selain memberi kemudahan bagi masyarakat e-ticketing juga memiliki
beberapa kelemahan.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraikan diambil rumusan masalah yaitu:
1.Apa itu system informasi manajemen?
2.Apa itu e-ticketing?
3.Apa saja manfaat, keunggulan, dan
kelemahan dari e-ticketing?
4.Bagaimana cara penerapan e-ticketing
dalam maskapai penerbangan Air Asia?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.
Dapat
mengetahui lebih jauh mengenai penerapan Sistem Informasi Manajemen.
2.
Dapat mengetahui lebih lanjut mengenai
e-ticketing (pemesanan tiket melalui internet).
3.
Dapat mengetahui mengenai apa manfaat,
keunggulan, dan kelemahan dari e-ticketing.
4.
Dapat
mengetahui bagaimana cara penerapan e-ticketing itu sendiri dalam dunia
transportasi, khususnya maskapai penerbangan Air Asia.
1.4 Metode
Menangkap Data
Dalam penyusunan makalah ini penyusun
menggunakan metode studi pustaka, yaitu data diambil melalui buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Sistem Informasi Manajemen ( SIM )
Sistem informasi manajemen (SIM)
adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti
biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen
dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk
menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional
organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada
kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan
terhadap pengambilan keputusan
manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif. Secara umum sistem informasi
Manajemen didefenisikan sebagai serangkaian sub sistem informasi yang
menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas
dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai
suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai
dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas
organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan
perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa
lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan
datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan
khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer
maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk
memecahkan masalah. Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan
informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional
perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output
dari berbagai simulasi model matematika. perencanaan sebuah event dan
bertanggung jawab untuk penjualan tiket untuk aktivitas dapat meningkatkan
aktivitas di situs Web. Semua promoters yang mendaftar akan disetujui oleh
administrator sebelum mereka dapat mulai menjual tiket sehingga hanya mereka
yang dapat menunjukkan bahwa mereka yang utama Acara akan diizinkan untuk
mempromosikan acara itu.
2.2. Profil
Singkat Air Asia
AirAsia merupakan maskapai
penerbangan yang terdepan di Asia yang didirikan dengan impian untuk membuat
semua orang dapat terbang dengan pesawat. Sejak 2001, AirAsia telah dengan
mulus mendobrak norma bepergian keliling dunia dan telah meningkatkan posisinya
menjadi yang terbaik di dunia (AirAsia.com, 2013). Dengan jaringan rute yang membentang
di lebih dari 20 negara, AirAsia terus membangun jalur menuju penerbangan
berbiaya hemat dengan solusi inovatif, proses yang efisien dan pendekatan kami
terhadap dunia bisnis yang penuh dengan semangat. AirAsia pada awalnya
dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia. Namun maskapai ini memiliki
beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. AirAsia berhasil membukukan
laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga
promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines. Pada 2003, dibukalah
pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapura dan AirAsia melakukan penerbangan
internasionalnya ke Thailand. Sejak itu, dibukalah Thai AirAsia
dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapura dan Indonesia. Di Indonesia juga terdapat perusahaan AirAsia
yang didirikan pada tanggal 8 Desember 2004 yaitu Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR) dengan
penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta, Denpasar untuk tujuan yste, dan dari Surabaya ke
Medan untuk rute ystem lainnya, selain itu penerbangan dilakukan keluar
Indonesia melalui kota-kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang,
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Balikpapan dan Makassar.
Hatta, Indonesia secara resmi berpindah
dari terminal 2 menjadi terminal 3, dimana melanyani penerbangan ystem
maupun internasional. Kini, AirAsia Indonesia melayani 26 rute dengan 52
penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara penghubung, yakni
Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan (Kompas.com, 2011).
2.3. Pegertian
E-Ticketing
E-ticketing atau electronic ticketing
adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas
perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik
ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan
secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran
E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai
alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang
untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing adalah peluang untuk
meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing
mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan
fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat
perubahan- perubahan dalam jadwal perjalanan. Sistem E-ticketing ini
memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs
internet. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit
/ kartu debit. E-ticketing ini juga dapat mengurangi resiko ketinggalannya
ticket, hilangnya ticket atau rusak nya ticket. Manfaat dari system E-ticketing
:
1.Mengurangi biaya yang terkait dengan
pencetakan dan mailing tiket tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi
memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos.
2.Mengurangi tenaga kerja yang terkait
dengan pencetakan dan mailing tiket.
3E-Tiket selamat dan aman. Barcode
validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket. 4.Pembeli senang
menjadi mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau
menunggu di baris di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik
mereka segera setelah mereka membelinya. Hal ini membuat e-tiket yang ideal
untuk hadiah menit terakhir atau menit terakhir keputusan.
5.E-Tiket menyediakan ruang untuk
tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan lain informasi pelanggan Anda
mungkin perlu tahu.
6.E-Tiket menyediakan kemampuan unik
periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan anda dengan menawarkan
ruang iklan pada web Anda tiket.
2.4. Penerapan
E-Ticketing pada Air Asia
PT. Air asia sebagai m,askapai pertama
yang memperkenalkan layanan E-ticketing di Asia, Air Asia menawarkan cara baru
yang nyaman dalam membeli kursi Air asia melalui website www.airasia.com dimana
penumpang tidak perlu telpon dan tidak perlu antri. Adapun keuntungan yang
diperoleh Air Asia diantaranya : mengurangi biaya yang berkaitan dengan
pencetakan dan mailing tiket, mengurangi biaya pembayaran tenaga kerja,
dan lain-lain. Sedangkan bagi pelanggan yaitu : penumpang terhindar dari void
tiket, penumpang dapat memperoleh tiket dengan mudah tanpa antri, dan lain-lain.
Oleh karena itu E-ticketing jauh lebih efektif dan efisien untuk diterapkan
dibandingkan dengan cara konvensional. Adapun Aplikasi yang dibutuhkan dalam
penerapan e-ticketing di Air Asia:
CITOS (city
terminal online system)
Merupakan sebuah sistem reservasi tiket
yang diberi nama CITOS (city terminal online system). Sistem berbasis web
dengan teknologi tinggi, terjaring dan mudah diakses oleh siapa saja. hingga
melakukan reservasi tiket menjadi mudah, cepat, akurat dan langsung bisa print
sendiri tiketnya. CITOS e-system dapat berfungsi sebagai sekretaris Pribadi
anda. Bagi anda yang memiliki kesibukan tinggi, CITOS e-system memberi
kemudahan dan kepastian dengan memilih sendiri dan menjadwal penerbangan serta
mendapat tiketnya secara langsung. CITOS e-system memberikan kemudahan istimewa
dalam melakukan reservasi hanya tiga langkah mudah: pertama, lihat seat
availability kedua, booking dan ketiga, cetak e-tiket. Sangat tepat untuk
mendukung travel businness dan korporat juga siapapun yang berminat di bisnis
travel & tiketing CITOS. system memungkinkan travel agent melayani konsumen
dengan mencetak sendiri e-tiket hal yang selama ini sangat sulit dipenuhi
karena sulitnya mendapat keagenan.
AWAN (Advanced
Web Airlines Network)
AWAN (Advanced Web Airlines Network)
sepenuhnya dibuat berbasis web, dengan mempergunakan security Verisign,
sehingga perusahaan penerbangan dan agen dapat langsung mempergunakan system
melalui internet dengan aman. Kelebihan web based sistem adalah tidak
memerlukan bandwith besar dibandingkan dengan client-based sistem yang sering
dipergunakan oleh low cost carier (LCC) yang ada. Sehingga, sistem ini tidak
menjadi masalah untuk dipergunakan di daerah yang infrastrukturnya kurang baik
seperti Indonesia Timur. Selain fungsi distribusi pada sisi airlines, Sqiva
AWAN menyediakan fungsi yang cukup lengkap untuk meningkatkan efisiensi bagi
mereka yang terjun ke bisnis penerbangan komersil. Melalui fungsi inventory
yang lengkap, aplikasi ini bias mendukung keperluan multleg dan connecting
flights airlines. Dengan adanya fungsi multicurrency fare, dengan sendirinya
AWAN menjalankan fungsi e-ticket. Selain itu, sistem reservasi AWAN dilengkapi
DCS (Departure Control System) dan online revenue accounting, untuk keperluan
proses back-office. Dengan begitu, pendapatan yang diperoleh maskapai
penerbangan dapat diketahui dengan cepat. Pihak penerbangan hanya menyediakan
hardware dan jaringan. Selain itu, aplikasi dilakukan secara terpusat dan mudah
diakses oleh siapa saja tidak hanya maskapai penerbangan tetapi juga agen
perjalanan. Pendeknya, dengan AWAN, agen bias langsung mengakses via internet
dan mengetahui batas penjualan. Untuk penumpang, mereka bias melakukan
e-ticketing, dan pembayaran secara online. Ditengah kompetisi persaingan bisnis
penerbangan yang semakin sengit, penerapan AWAN bisa menciptakan efisiensi dari
sisi cost, waktu maupun kinerja secara keseluruhan. Kemudahan lain, pengguna
tidak memerlukan waktu lama untuk menguasai sistim tersebut. Adapun kegiatan
operasional AirAsia mengikuti pola operasi sebagai berikut : Harga hemat, tanpa
embel embel, Frekuensi Terbang Tinggi, Untuk Kenyamanan Tamu, Keamanan yang
utama, Optimalisasi biaya.
2.5. Cara
Pemesanan E-Ticketing Air Asia
Berikut adalah cara pemesanan tiket
online di Air Asia : Persiapan booking tiket pesawat AirAsia:
·
Tentukan
tujuan penerbangan Anda
·
Kartu
Tanda Pengenal (KTP atau SIM, Passport)
·
Credit
Card (Visa dan MasterCard) atau Debit Card (Mandiri dan BCA) dan pastikan jika
menggunakan Debit Card, Anda sudah mengaktifkan fasilitas internet banking dan
telah mempunyai token (key). Langkah-langkah booking online
AirAsia.Com:
·
Masuk
ke www.airasia.com dan pilih Negara Indonesia dan Bahasa Indonesia (be proud
with your nation language)
·
Di
sebelah kiri atas akan ada form pemesanan tiket online, pilih apakah akan
sekali jalan atau pergi-pulang.
·
Pilih
Departure (pemberangkatan) dan Destination (tujuan), pastikan semua benar.
·
Pilih
tanggal keberangkatan dan kepulangan, selalu pastikan data yang dimasukkan
adalah benar
·
Masukkan
jumlah tamu dan bayi (0-24 bln), anak-anak diatas 2 tahun bayar penuh. Bayi
(infant) tidak mendapat kursi tetapi kena biaya Rp. 150.000,- (Feb 10)
Setelah
semua data dimasukkan dan telah dicek sekali lagi baru klik Cari perlu diketahui
bahwa AirAsia hanya mengijinkan pemesanan maksimal untuk 9 orang, jadi
untuk pemesanan grup harus melakukan registrasi lagi.
Akan ada 2 jenis
penerbangan (biasanya) yaitu pagi (atau siang) dan sore (atau malam),
pilih sesuai budget dan kebutuhan Anda. Tapi karena ini pertama kali saya
menggunakan pesawat saya memilih keberangkatan siang pukul 15.05 WIB
karena penerbangan pagi jam 07.00 WIB takut kesiangan sampai di Soekarno
Hatta International Airport.
Setelah itu centang bagian persetujuan
dan peraturan penerbangan AirAsia dan klik Lanjutkan
Di tahap ini kita di minta
mengisi Nama Lengkap,Tanggal Lahir, Passport (jika penerbangan ke Luar
Negeri). Kita juga bisa order bagasi, makanan dan layanan AirAsia lain yang
harganya lebih murah dari pada membeli saat penerbangan (makanan, diskon 20%)
atau saat check-in (bagasi, lebih murah 50% up to 15 kg). Sekali lagi pilih
sesuai
kebutuhan Anda, saya
sarankan jika Anda akan melakukan perjalanan yang cukup jauh lebih baik
pesanlah saat booking karena dipastikan harganya lebih murah.
Jika Anda akan terbang bersama bayi
Anda pilih bayi akan duduk dengan siapa, Guest I, Guest II, dst.
Kemudian klik Lanjutkan
dengan memilih Kursi atau Tanpa Memilih Kursi. Pemesanan kursi advance akan
dikenakan biaya Rp. 75.000,- (Hot Seat) dan Rp. 15.000,- untuk Biasa (Feb 10)
per kursi. Kita bisa saja tidak menentukan kursi tetapi kemungkinan duduk
terpisah dari teman Anda akan semakin besar, walaupun Anda memesan lebih dari 3
kursi. Hot Seat adalah tempat duduk paling depan dan beberapa baris
dibelakangnya serta tempat duduk yang paling dekat dengan pintu darurat (atas
sayap). Pemilihan kursi dengan mengklik no kursi. Kursi dengan tanda warna
merah adalah Hot Seat dan warna putih silang adalah kursi yang sudah
dipesan oleh orang lain. Kemudian lanjutkan, Anda akan dibawa ke halaman
persetujuan.
Langkah selanjutnya adalah
memilih jenis pembayaran. Di tahap ini juga ada bagian asuransi penerbangan.
Jika Anda merasa perlu centang jika tidak tak usah dihiraukan. Tapi jika Anda
menggunakan pembayaran Direct Debit BCA, Anda wajib mengikuti asuransinya.
AirAsia memberikan 3 alternative pembayaran tiket. Pertama, Kartu Kredit
baik Visa maupun MasterCard. Kedua, Direct Debit (untuk Bank Mandiri dan
Bank Central Asia). Dan yang terakhir, Gift Voucher yaitu voucher yang
diberikan pihak AirAsia jika terjadi gangguan atau keterlambatan penerbangan lebih
dari 2 jam. Biasanya nilai voucher ini tidak lebih dari Rp. 500.000,-
tergantung case yang dihadapi. Jika Anda mempunyai Gift Voucher jangan lupa
gunakan sebelum Anda memilih untuk menggunakan metode pembayaran lainnya.
Karena voucher tersebut akan memotong jumlah tagihan sesuai nilai yang
tertera di voucher. Masa berlaku voucher ini adalah 3 bulan.
Jika pembayaran sudah
dilakukan, travel itinerary AirAsia akan dikirim ke alamat email Anda. Yang
perlu Anda lakukan adalah mencetaknya dan menunjukkannya saat check ini di
Bandara. Anda diwajibkan menunjukkan KTP/SIM/Paspor saat Anda check in.
Simple kan, sekarang tidak
perlu keluar rumah atau mengunjungi travel agent. Lebih efisien dan pasti akan
lebih murah disbanding beli manual.
2.6. Keuntungan
dan Kelemahan E-Ticketing pada Air Asia Keuntungan
Melalui penerapan
e-ticketing dapat menghemat biaya dari segi pencetakan manual tiket dan biaya
administrasi hingga hamper 70% bagi PT. Air Asia. Penjualan tiket lewat
internet bagi AirAsia yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman
untuk membuat perjalanan lebih mudah dapat memaksimalkan keuntungan
melalui harga hematnya dimana harga yang hemat akan menjadi daya tarik bagi
pelanggannya. Implementasi E-ticketing memberikan keuntungan bagi PT Air Asia
diantaranya yaitu : Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing
tiket. Mengurangi biaya pencetakan tiket untuk stok amplop dan pos.
mengurangi biaya pembayaran tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan
mailing tiket, serta dapat meningkatkan popularitas citra perusahaan,
menjangkau seluruh masyarakat.
Kelemahan
Ada kekhawatiran mengenai jaminan
keamanan atas kode kartu kredit, atm, dan lain setelah pembayaran transaksi.
Pemesanan e-ticketing dilakukan
secara online atau melalui internet dan tidak semua orang mengerti tentang
internet, artinya belum bisa mengoperasikan internet itu sendiri, tidak semua
orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online.
Tidak semua orang mengetahui dan paham
betul tentang e-ticketing.
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Penerapan SIM yang baik sangat penting
di era globalisasi seperti saat ini dalam persaingan yang semakin ketat.
Dengan tersediannya SIM di jasa
penerbangan Air Asia secara online membantu masyarakat dalam kehidupan
sehari-hari, khususnya dalam pembelian tiket secara online.
Dalam penerapan e-ticketing di Air Asia
ada beberapa aplikasi yang digunakan, yaitu CYTOS dan AWAN Pemesanan tiket
secara online memiliki banyak kelebihan, namun juga memiliki beberapa
kekurangan.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://eka51.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2014/03/21/tugas-uat-sistem-informasi-manajemen/
http://melput-melindapuput.blogspot.com/
http://www.scribd.com/doc/51770850/sim-minggu1
http://stikomksi2007faizal.wordpress.com/2007/08/30/keunggulan-kompetitif/
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10317-1299109042-Chapter1.pdf
http://www.pustakasekolah.com/cara-pesan-tiket-online-pesawat-airasia.html
http://www.airasia.com/id/id/book-with-us/online-booking-guide.page
Natalia, N. 2011. Apakah Sistem Informasi Mendukung Strategi
Perusahaan?www.jtanzilo.com[diakses
tanggal 19 Desember 2011]
tanggal 19 Desember 2011]
id.wikipedia.com
Subscribe to:
Posts (Atom)