Sistem Informasi
Management Sekolah
Suatu
lembaga pendidikan formal memiliki keinginan untuk menjelaskan, mendefinisikan
serta menerapkan suatu model pendidikan yang berdasarkan ekspektasinya memilki
kapabilitas dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Manajemen
pendidikan pada era informasi merupakan suatu prioritas untuk kelangsungan
pendidikan atau dengan kata lain merupakan suatu bentuk pendidikan yang harus
memiliki ciri khusus untuk menciptakan hasil yang sesuai dengan tujuan lembaga
pendidikan. Hal ini disebabkan penurunan perkembangan pendidikan dilihat dari
segi kualitas dan hasil dari ekspektasi lembaga pendidikan. Selain itu,
penurunan ini juga disebabkan oleh tidak tersedianya manajemen yang baik untuk
mengelola pendidikan di beberapa lembaga pendidikan.
Pendidikan
harus menetapkan visi dan misi yang jelas untuk memproduksi keputusan yang
berkualitas dan beroperasi secara maksimal seiring perkembangan zaman. Untuk
mewujudkan hal ini, perlu dibuat suatu struktur dan manajemen yang sesuai
dengan visi dan misi lembaga pendidikan. Melalui penggunaan internet dan sistem
informasi, lembaga pendidikan dapat mengembangkan manajemen yang baik.
Oleh karena itu perlu adanya pengertian dari sistem informasi manajemen dalam
berbagai lembaga sekolah, memahami konsep manajemen, memperdalam ilmu mengenai
prinsip dan teori serta menginvestigasi kebutuhan yang diperlukan untuk
membangun sistem informasi manajemen sekolah.
1. Sistem
Informasi Manajemen Sekolah
A. Tujuan
Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Ada beberapa
tujuan dibentuknya suatu sistem informasi manajemen sekolah, antara lain :
- Bagi pihak sekolah
- Memperudah proses pengelolaan data akademik dan non akademik.
- Menyediakan suatu laporan perkembangan siswa dalam proses pengajaran.
- Menyediakan suatu laporan perkembangan pengajar dalam kegiatan pembelajaran.
- Menjadi panduan untuk membuat peraturan sekolah.
- Berperan sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan orang tua siswa tanpa batasan waktu dan tempat.
- Menjadi media promosi yang memperkenalkan sekolah.
- Sebagai sarana perluasan informasi / pengetahuan.
- Bagi pihak orang tua siswa
- Mempermudah orang tua dalam memonitor perkembangan anak (siswa) di sekolah.
- Bagi siswa
- Menyediakan suatu media bagi siswa untuk memantau perkembangan baik dari sisi akademik maupun non akademik.
- Membantu siswa dalam memperoleh informasi mengenai mata pelajaran yang disajikan di sekolah dan meningkatkan prestasi siswa melalui database bahan pelajaran dan soal latihan.
- Membantu siswa dalam persiapan sebelummemasuki jenjang pendidikan selanjutnya, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan sosial atas dasar informasi dan pengetahuan akan dirinya sendiri, sekolah, linkungan kerja, dan masyarakat.
B. Syarat
dan Ruang Lingkup Perencanaan Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Ada beberapa
faktor yang dapat menjadi syarat kesuksesan sistem informasi manajemen suatu
sekolah, antara lain :
- Ketersediaan / availability
Informasi
yang dipersiapkan untuk membuat sistem informasi harus tersedia bagi
pihak-pihak dalam sekolah. Hal ini merupakan suatu hal mendasar dalam merancang
suatu sistem informasi.
- Mudah untuk dipahami / comprehensibility
Informasi
yang tersedia di dalam sistem harus dimengerti oleh pihak pembuat keputusan
sistem. Informasi yang termasuk di dalamnya adalah informasi mengenai jadwal
rutin tugas-tugas dari sistem informasi dan keputusan yang tepat.
- Kesesuaian / relevant
Informasi
yang ada di sistem harus berupa informasi yang sesuai dengan apa yang
dibutuhkan suatu organisasi. Informasi ini bisa berkaitan dengan permasalahan
yang sedang dihadapi, misi, ataupun tujuan dari organisasi yang berkaitan.
- Kelengkapan / completeness
Informasi
yang lengkap tidak berarti banyaknya informasi yang ada di dalam suatu sistem.
Kelengkapan berarti informasi yang diperlukan cukup untuk memenuhi standar yang
berlaku dalam organisasi yang menggunakan sistem informasi yang bersangkutan.
Hal ini berperan penting dalam menghasilkan suatu sistem informasi yang
fungsional bagi penggunanya.
- Ketepatan waktu / timing
Penyediaan
informasi yang tepat merupakan hal yang penting untuk merancang suatu sistem
informasi. Informasi harus memenuhi syarat-syarat sebelumnya sebelum dapat
dianalisis untuk membuat sistem akhir.
- Terorganisir / coordinated
Sistem
informasi yang dibuat harus terstruktur sehingga membuat sistem bekerja dengan
baik. Letak sistem informasi manajemen dilakukan secara terpusat. Hal ini
bertujuan untuk memastikan bahwa informasi dapat digunakan oleh bagian-bagian
sistem yang sesuai.
- Meningkatkan produktivitas
Sistem
informasi manajemen harus mampu meningkatkan produktivitas organisasi yang
bersangkutan. Misalnya, sistem informasi manajemen sekolah menyediakan suatu
layanan untuk membuat record mengenai data siswa sekolah tersebut. Hal
ini akan mempermudah pihak administrasi dalam mengelola data dan juga
mengurangi tingkat kesalahan pemrosesan data.
Sistem
informasi manajemen sekolah memiliki suatu ruang lingkup. Hal ini dilakukan
untuk memberikan batasan yang jelas antara bagian-bagian sistem yang ada dalam
sistem. Ruang lingkup standar sistem informasi manajemen sekolah meliputi :
- Sistem Informasi Profil Sekolah
Merupakan
sistem utama dari sekolah. Konten yang ada di dalamnya berupa data sekolah yang
terhubung dengan standar kode pengenal sistem informasi manajemen sekolah dari
jaringan pendidikan nasional. Standar kode digunakan sebagai alat bagi dinas
pendidikan daerah untuk memperoleh informasi mengenai suatu sekolah. Hal ini
bertujuan untuk mempermudah dinas pendidikan dalam membuat suatu keputusan
menyangkut pengembangan setiap sekolah.
- Sistem Informasi Manajemen dan Administrasi Personalia (SISILIA)
Sub-sistem
informasi manajemen sekolah ini berkaitan dengan tenaga pengajar sekolah.
Isinya antara lain pengelolaan penerimaan pegawai honorer, data mengenai jumlah
tenaga pengajar sementara dan tetap, tunjangan, profil tenaga pengajar, dan
evaluasi kemampuan tenaga pengajar.
- Sistem Informasi Manajemen Kesiswaan Sekolah Terpadu
Sub-sistem
yang berkaitan dengan pengelolaan informasi mengenai siswa sekolah. Manajemen /
pengelolaan informasi dilakukan dengan menggunakan nomor induk siswa nasional /
NISN.
- Sistem Informasi Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah
Sub-sistem
yang mempermudah pengelolaan inventarisasi sarana dan prasarana sekolah,
persediaan, dan laporan mengenai pengelolaan peralatan dan perlengkapan
sekolah. Fungsi lainnya adalah perencanaan biaya mengenai penyediaan dan
perawatan seluruh inventaris sekolah. Hal ini akan mendukung pihak manajemen
sekolah dalam menganalisa kebutuhan operasional sekolah selama satu periode
pengajaran.
- Sistem Informasi Manajemen Kegiatan Akademik
Merupakan
sub-sistem dasar manajemen pendidikan di sekolah. Terdiri dari 4 sudut pandang
dengan struktur sebagai berikut :
- Sudut pandang dewan kurikulum
- Sudut pandang tenaga pengajar
- Sudut pandang pihak pengusaha / eksekutif
- Sudut pandang siswa
- Sistem Informasi Administrasi dan Pengelolaan Keuangan Sekolah
Sub-sistem
yang berkaitan dengan manajemen keuangan sekolah. Kontennya meliputi
perencanaan anggaran pendapatan dan pembiayaan sekolah (RAPBS), laporan
mengenai transaksi pendapatan dan pengeluaran sekolah, dan sistem akutansi yang
terstruktur.
- Situs Layanan Informasi Sekolah dan Masyarakat
Merupakan
media untuk menghubungkan berbagai pihak baik pihak dalam sekolah maupun luar
sekolah. Hal ini bertujuan untuk menyediakan suatu layanan informasi mengenai
sekolah / publikasi, menjelaskan berbagai hubungan dengan pihak sponsor
sekolah, dan menyediakan wadah dagi berbagai pihak untuk membagikan ide dan
gagasan yang berkaitan dengan sekolah.
C. Material
Penyusun Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Untuk
membuat suatu sistem berdasarkan ruang lingkup sistem informasi manajemen
sekolah, diperlukan bahan-bahan / material yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk
mendukung terciptanya sistem informasi yang baik. Beberapa material yang dapat
dijadikan acuan untuk membuat sistem informasi manajemen sekolah, antara lain :
- Profil Siswa
Merupakan
data siswa secara keseluruhan. Hal ini meliputi biaya admisi, biaya sekolah,
kelas, hasil prestasi, dan penghargaan serta catatan mengenai siswa yang
bersangkutan.
No
|
Nama
Kebutuhan
|
Detail
Kebutuhan
|
1
|
Registrasi
Siswa
|
Data
penerimaan siswa baru
|
2
|
Kelas dan
Subjek Siswa
|
Data
mengenai kelas dan subjek yang disediakan dalam suatu kelas untuk siswa
|
3
|
Kartu
Hasil Prestasi Siswa
|
Data mengenai
hasil perolehan nilai siswa pada subjek dan kelas tertentu
|
4
|
Biaya
Sekolah Siswa
|
Data biaya
dan iuran sekolah
|
5
|
Penghargaan
dan Catatan Siswa
|
Data
mengenai penghargaan dan catatan mengenai siswa selama masa studi siswa
|
6
|
Surat
Pengunduran Diri Siswa
|
Surat
penjelasan siswa yang mengundurkan diri selama masa studi
|
Tabel 1
Kebutuhan Profil Siswa
- Subjek dan Kelas Sekolah
Merupakan
informasi mengenai kelas-kelas yang ditawarkan sekolah seperti matematika dan
bahasa dan subjek-subjek yang ada di dalam kelas tersebut.
No
|
Nama
Kebutuhan
|
Detail
Kebutuhan
|
1
|
Kelas
Sekolah
|
Informasi
mengenai kelas yang ditawarkan sekolah
|
2
|
Subjek
dalam Kelas Sekolah
|
Informasi
mengenai subjek dalam suatu kelas yang ditawarkan sekolah
|
3
|
Biaya
Kelas
|
Informasi
biaya dari berbagai kelas
|
Tabel 2
Kebutuhan Subjek dan Kelas Sekolah
- Peran Sistem Sekolah
Merupakan
konten mengenai peran dan tanggung jawab dari berbagai fakultas sekolah.
No
|
Nama
Kebutuhan
|
Detail
Kebutuhan
|
1
|
Tenaga
Pengajar
|
Memungkinkan
pengajar untuk mengelola data siswa meliputi kuis, tugas, hasil ujian tengah
semester dan akhir semester
|
2
|
Resepsionis
|
Memungkinkan
resepsionis untuk menambah, menghapus, memperbaharui, dan melihat data
akademis dan biaya siswa
|
3
|
Kepala Sekolah
|
Memungkinkan
kepala sekolah untuk melihat data siswa, biaya, informasi dan kinerja staf
sekolah
|
Tabel 3
Kebutuhan Peran Sistem Sekolah
- Perencanaan Sekolah
Informasi
mengenai jadwal kelas dan berbagai peristiwa penting yang dilaksanakan di sekolah.
No
|
Nama
Kebutuhan
|
Detail
Kebutuhan
|
1
|
Jadwal
Kelas
|
Informasi
mengenai penambahan kelas baru, pembaharuan jadwal kelas per masa studi, dan
penjelasan seluruh jadwal kelas yang ada dalam sekolah
|
2
|
Jadwal
Peristiwa Penting / Event
|
Informasi
mengenai berbagai tipe dan event yang akan datang
|
Tabel 4 Kebutuhan
Perencanaan Sekolah
- Kehadiran
Memungkinkan
pembuatan laporan mengenai daftar kehadiran siswa dan staf sekolah.
No
|
Nama
Kebutuhan
|
Detail
Kebutuhan
|
1
|
Kehadiran
Siswa
|
Informasi
mengenai pembuatan laporan dan pengelolaan kehadiran siswa
|
2
|
Kehadiran
Staf Sekolah
|
Informasi
mengenai pembuatan laporan dan pengelolaan kehadiran staf sekolah
|
Tabel 5
Kebutuhan Kehadiran
2.
Analisa dan Perancangan Sistem
A. Analisa
Sistem
Analisa
sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian sistem informasi ke dalam
beberapa bagian dengan maksud untuk identifikasi dan evaluasi. Berbagai
permasalahan, kesempatan, dan hambatan, dan kebutuhan yang diharapkan dianalia
sehingga dapat dicari solusinya.
B.
Analisa Kelemahan Sistem
Analisakelemahan
sistem dapat dilakukan dengan meninjau permasalahan yang mengganggu sistem yang
sudah digunakan / ada sebelumnya. Masalah-masalah pada sistem dapat
diidentifikasi melalui teknik analisa PIECES yang terdiri dari 6 komponen,
yaitu :
- Performance (kinerja), dapat ditinjau dari :
- Tingkat keberhasilan pengiriman message dalam jaringan sistem (throughput).
- Waktu respon / jawaban sistem (response Time).
- Information (informasi), dapat dilihat melalui :
- Hasil
Dari hasil
yang ada, dilihat apakah ada kekurangan informasi, kesesuaian informasi dengan
masalah, kelebihan informasi, format informasi yang tidak berguna /
dimanfaatkan, ketidaktepatan informasi, dan kesulitan pembuatan informasi.
- Masukan / input
Input data dapat bermasalah jika data
sulit untuk didapat, adanya pengulangan perolehan data, terlalu banyak data
yang diperoleh, dan kemungkinan perolehan data yang tidak legal / melanggar hak
cipta.
- Data yang disimpan
Data yang
disimpan dapat menimbulkan permasalahan jika data tidak aman dari berbagai
ancaman dan tindak pembajakan, data tidak terorganisir, data tidak fleksibel,
dan data tidak dapat diakses.
- Economic (ekonomi), dapat dilihat dari :
- Biaya
Biaya dapat
menimbulkan masalah jika biaya yang diperlukan tidak diketahui, tidak dapat
ditelusuri, dan terlalu mahal.
- Profit / keuntungan
Profit dapat
dicapai dengan melihat tren bisnis baru dan peningkatan pemasaran.
- Control (kontrol), dapat diteliti melalui :
- Keamanan / kontrol yang kurang
Hal ini
dapat menyebabkan data masukan tidak cukup diolah, regulasi privasi data dapat
dilanggar, kemungkinan terjadinya pemrosesan error, dan pengambilan
keputusan yang tidak benar (error).
- Keamanan yang terlalu ketat
Hal ini
dapat menyebabkan ketidakpraktisan bagi pelanggan dan pekerja dan penundaan
pemrosesan.
- Efficiency (efisiensi), dapat dilihat melalui :
- Waktu yang terbuang dikarenakan kesalahan orang dan mesin / komputer
Hal ini
dapat terjadi karena adanya pengulangan pemasukan data, pengulangan pemrosesan
data, dan pengulangan pembuatan informasi.
- Material dan usaha yang sia-sia dikarenakan kesalahan orang dan mesin / komputer
Hal ini bisa
dilihat jika usaha dan material yang diperlukan untuk menjalankan suatu tugas
sangat besar.
- Service (layanan), dapat dilihat melalui :
- Sistem membuat hasil yang tidak akurat.
- Sistem membuat hasil yang tidak konsisten.
- Sistem membuat hasil yang tidak dapat dipercaya.
- Sistem tidak mudah untuk digunakan.
- Sistem tidak mudah untuk belajar.
C. Analisa
Kebutuhan Sistem
Analisa
kebutuhan sistem terbagi menjadi 2, yaitu :
- Kebutuhan Fungsional
Merupakan
kemampuan sistem untuk menjalankan proses dan menampilkan informasi sesuai
dengan kepentingan pengguna. Beberapa kebutuhan fungsional yang umum ada pada
sistem informasi manajemen sekolah adalah :
- Administrator
Pada
umumnya, pada suatu layanan sistem informasi manajemen sekolah tugas yang dapat
dilakukan administrator adalah melakukan login ke sistem dan
mengubah data siswa, guru, jadwal pembelajaran, kelas, daftar nilai siswa, dan
berita sekolah melalui penambahan maupun penghapusan data.
- Siswa
Siswa
memiliki kebutuhan untuk mengakses sistem menggunakan nomor induk masing-masing
siswa, meninjau dan mem-print nilai dan jadwal kelas yang diikuti, dan
memperoleh bahan dan soal mata pelajaran terkait melalui fitur download.
- Guru
Guru dapat
menggunakan sistem informasi manajemen sekolah untuk memasukkan nilai
masing-masing siswa dan materi yang diajarkan di kelasnya. Nomor induk
kependudukan dapat digunakan sebagai metode untuk login bagi
masing-masing guru.
- Visitor / pengunjung
Pengunjung
dapat melakukan pendaftaran siswa baru dan melihat berita terkait sekolah
melalui MIS.
- Kebutuhan Non Fungsional
Merupakan
faktor pendukung yang mengoptimalkan kinerja sistem. Hal ini dapat ditinjau
dari :
- Kebutuhan Hardware
Syarat hardwareminimal
yang diperlukan dalam implementasi MIS, antara lain :
- Processor Intel Pentium 4
- Hardisk 50GB
• RAM 1GB
• VGA 128MB
• Sistem
Operasi Windows 7
- Kebutuhan Software
Software yang digunakan dalam pembuatan
program sistem dapt berupa :
• Sistem
Operasi : Windows 7
- Web Server : Apache/XAMPP
- Database Server : MySQL
- Script Engine : PHP
- Web Browser : Google Chrome
- Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan
pengguna dalam tahap pembuatan sistem pada umumnya adalah :
- System analyst
Tugas :
menganalisa sistem dengan mempelajari kemungkinan timbulnya permasalahan dan
penentuan kebutuhan sistem yang sesuai untuk kemudian diidentifikasi sehingga
dapat menghasilkan desain dan solusi yang tepat.
- Programmer
Tugas :
penulisan kode program / pemrograman sistem yang telah ditentukan sebelumnya
berdasarkan rancangan yang telah dibuat system analyst.
- Operator / pemakai
Tugas :
menggunakan sistem atau dalam beberapa kasus dapat berperan sebagai pengelola
sistem dengan terlebih dahulu dilatih programmer / system analyst untuk
mengetahui cara kerja sistem.
D. Analisa
Kelayakan Sistem
Studi
kelayakan sistem merupakan suatu penilaian terhadap suatu sistem untuk
menentukan apakah sistem yang telah dikembangkan akan terus dijalankan atau
diganti dengan sistem baru. Institusi dan organisasi secara otomatis dianggap
telah memenuhi standar kelayakan teknologi jika sudah menggunakan program
berbasis internet. Analisa kelayakan sistem dibagi menjadi 2, yaitu :
- Analisa Kelayakan Teknologi
Teknologi
dianggap layak jika informasi dari suatu lembaga sekolah dapat diakses melalui
layanan internet. Selain itu, suatu repositori khusus institusi penyedia
informasi perlu dibuat, selalu terhubung dengan jaringan internet dalam waktu
24/7, dapat diakses kapanpun dan di manapun.
- Analisa Kelayakan Hukum
Kelayakan
hukum dapat dilihat dari peraturan yang diterapkan oleh institusinya. Hukum
yang telah ditetapkan tidak boleh dilanggar melalui kesalahan dalam penggunaan
sistem atau berbagai aspek lainnya. Aspek utama yang harus menjadi fokus untuk
kelayakan jukum adalah masalah hak cipta. Untuk menghindari masalah pembajakan
/ ilegalitas data, maka sistem harus disertakan dengan kekuatan hukum melalui
pembuatan hak cipta atas sistem tersebut.
Sistem baru
yang akan digunakan dianggap layak jika tidak menyimpang dari hukum yang ada,
karena sistem yang diterapkan tidak mengandung unsur SARA, pelecehan, dan tidak
merupakan hasil pembajakan karya individu lain. Hal ini perlu diutamakan untuk
tidak menimbulkan masalah bagi pihak sekolah yang bersangkutan.
- Analisa Kelayakan Operasional
Optimalisasi
penerapan sistem dapat tercapai jika staf yang akan menggunakan sistem
diberikan pelatihan untuk memungkinkan operasi sistem yang lebih baik. Hal ini
ke depannya juga akan memberikan pengaruh antara lain mempercepat proses arus
data informasi dan meningkatkan ketepatan informasi kepada pengguna.
Sistem yang
dianggap layak secara operasional juga dilihar dari sejauh mana kemampuan
pengguna baik staf sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, dan masyarakat dalam
menggunakannya. Jika mereka mampu memahami penggunaan setiap bagian sistem,
maka sistem dapat dianggap layak secara operasional.
E.
Implementasi Sistem
Tahapan
implementasi terdiri atas 4 bagian, yaitu :
- Publikasi website
Hal ini
dilakukan dengan memasukkan website yang belum diolah ke internet
sebagai prototype yang dapat diakses orang lain.
- Pengujian sistem
Tujuan
pengujian sistem adalah untuk mengetahui kekurangan darisistem yang dibuat
dengan melakukan kegiatan studi kelayakan. Uji programdilakukan oleh pihak yang
memiliki kepentingan terhadap sistem tersebut. Ada dua jenis uji program, yaitu
:
- White Box Testing
Tes ini
dimaksudkan untuk memprediksi cara kerja software secara rinci. Salah
satu bentuk uji white box adalah uji konversi di mana pengujian dianggap
sukses jika fungsi-fungsi software dapat berjalan sesuai dengan
ekspektasi pengguna sistem.
- Black Box Testing
Tes ini
dilakukan melalui uji coba antar muka software. Tujuan uji ini adalah
pencarian kesalahan / error pada fungsi dikarenakan adanya kesalahan
fungsi, hilangnya fungsi pada sistem, antar muka, struktur data, dan kinerja
yang tidak sempurna.
Salah satu
contoh black box testing adalah uji validasi. Untuk melakukan pengujian,
maka langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah menjalankan aplikasi,
menambahkan data dan menyimpan data.
- Konversi sistem
Merupakan
tahap peralihan dari penggunaan sistem lama ke sistem baru.
- Implementasi Lanjutan
Merupakan
tahap pengembangan sistem secara lebih lanjut, monitorisasi sistem dan
penjagaan sistem dari kemungkinan terjadinya error yang tidak dapat
dicegah. Ada beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini, antara lain :
- Memiliki duplikat website yang digunakan untuk sistem secara keseluruhan
Duplikasi
dapat dilakukan dengan memindahkan data yang ada dalam website ke dalam
media penyimpanan seperti CD-ROM atau flashdisk sebagai antisipasi
kesalahan jika pada suatu saat terdapat kesalahan pada sistem. Hal ini akan
mempermudah lembaga sekolah dalam melakukan backup data jika diperlukan.
- Mengelola sistem melalui pembaharuan isi website, gambar, berita, dan keterangan lain yang berhubungan dengan lembaga sekolah.
Dari materi diatas kita bisa menyimpulkan
- Langkah-langkah yang spesifik mulai dari analisa sistem, definisi masalah, analisa PIECES, analisa kebutuhan sistem, dan berbagai aktivitas yang mendukung terbentuknya MIS yang interaktif dan menarik.
- Website merupakan media penyampaian informasi yang dapat menarik minat pengguna dan meningkatkan kualitas baik bagi pihak sekolah maupun luar sekolah.
- Penggunaan MIS menunjukkan citra positif lembaga sekolah tidak hanya dalam ruang lingkup nasional melainkan juga internasional dikarenakan penggunaan teknologi terbaru identik dengan penyesuaian dengan standar yang digunakan di berbagai negara.
- Sistem dapat meningkatkan kualitas pelayanan informasi melalui penyediaan informasi yang up-to-date dan jelas.
Selain kesimpulan diatas kita juga perlu mengembangkan
sistem diatas lebih baik seperti penambahan :
- Manajemen database sistem yang berkaitan dapat ditingkatkan dengan menerapkan konsep pengembangan sistem database yang terkait dengan lembaga sekolah. Hal ini bisa berupa penambahan fitur backup data untuk mencegah ancaman terhadap data di masa depan.
- Dari segi antar muka, website dapat dikembangkan secara interaktif dan user friendly sehingga menarik minat pengguna dan mempermudah proses komunikasi.
- Pemeliharaan sistem dengan melakukan maintenance perangkat lunak dan keras secara teratur.
- Penambahan fitur-fitur seperti untuk alumni agar terjalin hubungan antara alumni dengan lembaga sekolah dan sebagai penyedia informasi tambahan.
Sekian
informasi yang bisa saya bagikan semoga bermanfaat untuk kita semua.
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment